14.35 · 28 Mei 2026

Harga Emas Anjlok ke Level Terendah Sejak Maret

Aksi jual emas terus berlanjut (GOLD: -1,5%), membawa kontrak futures logam mulia turun hingga menyentuh exponential moving average (EMA) 200 hari untuk pertama kalinya sejak Maret. Uji teknikal penting ini dipicu kombinasi kuat antara  penguatan tajam dolar AS sebagai aset safe haven dan meningkatnya tekanan dari kebijakan moneter AS yang semakin hawkish.

 

 

Emas saat ini bergerak tepat di area EMA 200 hari, sementara indikator RSI berada hanya beberapa poin di atas area oversold (>30). Menariknya, gelombang volatilitas geopolitik terbaru ini terjadi dengan volume perdagangan yang lebih rendah dibanding beberapa kuartal terakhir. Sumber: xStation5

Faktor utama yang menggerakkan GOLD hari ini:

  • Eskalasi militer AS-Iran: AS menembak jatuh empat drone Iran dan menghancurkan pusat kendali darat di dekat Selat Hormuz, yang memicu serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Kuwait. Di tengah mandeknya negosiasi damai, Presiden Trump menolak proposal Iran-Oman untuk memulihkan dan mengelola lalu lintas komersial di Selat Hormuz secara bersama-sama, serta mengancam akan “menyelesaikan masalah” jika Teheran tidak mematuhi tuntutan AS.

  • Gencatan senjata Lebanon mendekati keruntuhan: Di saat yang sama, Israel secara drastis meningkatkan operasi militernya terhadap Hezbollah di Lebanon selatan, dengan menyerang 550 target pekan ini dan menetapkan zona tempur baru. Pertempuran besar tersebut mendorong gencatan senjata rapuh yang tercapai pada April menuju ambang kehancuran dan telah menyebabkan lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.

  • Dolar AS melonjak akibat kebuntuan geopolitik: Ketegangan terbaru di Timur Tengah, yang dipicu saling serang di kawasan tersebut, menghentikan secara mendadak optimisme sebelumnya terkait potensi kesepakatan damai. Kebuntuan geopolitik yang memburuk kembali memicu permintaan tinggi terhadap aset safe haven, sehingga mendorong dolar AS naik agresif ke level penting terakhir yang terlihat saat puncak konflik pada pertengahan Maret.

  • Sikap hawkish The Fed mengurangi daya tarik emas:

    Retorika agresif dari pejabat Federal Reserve semakin menekan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Gubernur The Fed Lisa Cook menyatakan kesiapan untuk kembali menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara Neel Kashkari menilai pasar tenaga kerja yang kuat memberi ruang cukup bagi pengetatan kebijakan lebih agresif. Sikap kompak tersebut mengarahkan arus modal ke dolar AS yang terus menguat dan secara signifikan meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas dibanding aset yang memberikan imbal hasil.

28 Mei 2026, 00.44

Daily Summary – Wall Street Melemah Saat Ketegangan AS-Iran Naik

27 Mei 2026, 23.13

Minyak Turun, Iran Jadi Fokus

26 Mei 2026, 13.16

Market Wrap: Minyak Rebound Saat Risiko Timur Tengah Naik

25 Mei 2026, 13.51

Minyak jatuh usai harapan deal AS-Iran

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.