Saham Hewlett Packard Enterprise naik hampir 6% hari ini dan mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high) baru selama sesi perdagangan, seiring investor mulai mengambil posisi menjelang rilis laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026.
Pasar memperkirakan perusahaan akan melaporkan laba sekitar USD 0,53 per saham dengan pendapatan sekitar USD 9,75 miliar.
Pendorong utama meningkatnya ekspektasi tersebut adalah gelombang optimisme yang mengelilingi infrastruktur AI. HP mendapatkan manfaat dari sentimen positif setelah hasil keuangan yang sangat kuat dari Dell Technologies, yang dipandang sebagai konfirmasi tingginya permintaan terhadap server yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan (AI).
Dorongan tambahan juga dapat berasal dari pengumuman server baru ProLiant Compute DL394 Gen12 yang berbasis CPU NVIDIA Vera dan dirancang untuk penggunaan agentic AI.
Antusiasme investor juga didukung oleh sejumlah perusahaan investasi, termasuk Morgan Stanley, Citigroup, dan Bernstein, yang menyoroti meningkatnya permintaan server serta posisi strategis perusahaan dalam segmen infrastruktur AI dan jaringan (networking).
Sejak awal tahun, harga saham HP telah melonjak lebih dari 80%. Namun, apabila perusahaan mampu mengejar valuasi yang saat ini dinikmati oleh banyak pemimpin sektor teknologi, potensi kenaikan lebih lanjut masih terbuka. Pasar hampir sepenuhnya akan memusatkan perhatian pada bisnis infrastruktur AI selama konferensi hasil keuangan mendatang.
Kinerja yang melampaui ekspektasi pada segmen AI dan Cloud akan memperkuat tesis investasi yang ada. Sebaliknya, bahkan kekecewaan kecil dapat memicu koreksi harga saham hingga dua digit.
HPE.US (D1)
Dengan tren kenaikan yang sangat vertikal seperti saat ini, salah satu alat analisis yang masih dapat digunakan untuk mengidentifikasi level harga potensial adalah Fibonacci Retracement. Level-level tersebut menunjukkan potensi area resistance di kisaran USD 47–48. Sumber: xStation5
Daily Summary: Saham AS Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Bitcoin Tertinggal, Strategy Mulai Jual BTC?
US OPEN: Wall Street Terbelah antara AI dan Risiko Geopolitik
US OPEN: Reli AI Dorong Nasdaq ke Level Tertinggi Baru
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.