00.44 · 2 Juni 2026

Saham Robinhood Turun di Tengah Gugatan Terkait IPO 2021

Aplikasi investasi populer asal Amerika Serikat, Robinhood, kehilangan lebih dari 4% nilainya hari ini. Penurunan ini terjadi setelah muncul informasi yang kurang menguntungkan terkait permasalahan hukum yang sedang dihadapi perusahaan. Perusahaan menghadapi gugatan berdasarkan "Securities Act of 1933", dengan sengketa yang berpusat pada penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun 2021. Berdasarkan gugatan class action tersebut, perusahaan dituduh memberikan informasi yang menyesatkan kepada investor mengenai kondisi keuangan dan prospek pertumbuhannya.

Menurut gugatan tersebut, perusahaan gagal mengungkapkan sejumlah informasi penting, termasuk ketergantungan signifikan terhadap pendapatan musiman yang berasal dari investasi cryptocurrency dan fenomena saham meme (meme stocks), yang sangat populer pada periode IPO tahun 2021.

Sejak harga IPO sebesar USD 38 per saham, perusahaan kehilangan sekitar 80% valuasinya selama periode 2022 hingga 2024. Level harga saat debut baru berhasil dilampaui kembali pada tahun 2025, setelah itu saham mengalami volatilitas yang sangat tinggi.

Baru-baru ini, perusahaan mencatat dua gelombang kenaikan yang cukup signifikan, meskipun dinilai rapuh, dengan lonjakan harga mencapai puluhan persen. Salah satunya adalah kenaikan valuasi sekitar 40% setelah peluncuran "investment tokens" untuk saham perusahaan privat seperti OpenAI dan Anthropic. Namun, sifat serta nilai instrumen tersebut saat ini masih sulit untuk diperkirakan secara akurat.

Mahkamah Agung Amerika Serikat, yang kini menangani kasus Robinhood tersebut, telah meminta pendapat dari administrasi Donald Trump mengenai kualitas IPO perusahaan dan dasar hukum dari gugatan yang diajukan.

HOOD.US (D1)

 

Valuasi saham pada grafik saat ini bergerak dalam kanal konsolidasi yang berada di antara level Fibonacci Retracement 50% dan 78,6%. Setelah menguji level 61,8%, harga berhasil menembus ke area atas dari fase konsolidasi sebelum tertahan di sekitar rata-rata pergerakan eksponensial (EMA). Namun demikian, indikator EMA sendiri masih memberikan sinyal bearish yang kuat, di mana EMA100 telah memotong EMA200 dari atas ke bawah (bearish crossover). Sumber: xStation5

2 Juni 2026, 01.00

Daily Summary: Saham AS Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah

1 Juni 2026, 21.48

BREAKING: Iran Hentikan Dialog dengan AS

1 Juni 2026, 20.40

US OPEN: Wall Street Terbelah antara AI dan Risiko Geopolitik

29 Mei 2026, 01.12

Daily Summary: Reli AI Dorong Wall Street Kembali ke Zona Hijau

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.