Perdagangan Selasa ditutup dengan pelemahan di hampir seluruh indeks saham utama dunia. Penyebab utamanya adalah aksi jual besar-besaran pada saham sektor semikonduktor yang dimulai oleh SK Hynix selama sesi perdagangan Asia.
Raksasa teknologi Korea Selatan tersebut, yang baru saja menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di negaranya, mengalami koreksi tajam lebih dari 12%. Penurunan tersebut bahkan sempat memicu penghentian sementara perdagangan di indeks KOSPI. Tekanan kemudian menyebar ke saham-saham teknologi Amerika Serikat, termasuk Micron (-11,2%) dan Marvell (-9%).
Gambar 1: Saham Terbaik dan Terburuk di Nasdaq 100 (23.06.2026)
Sumber: Bloomberg, 23.06.2026
Konsolidasi setelah reli luar biasa yang terjadi sepanjang tahun ini sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Namun, pasar kini mulai mempertanyakan arah pergerakan berikutnya, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan mempertahankan profitabilitas.
Gambar 2: Dashboard Nasdaq 100 (23.06.2026)

Sumber: XTB Research, 23.06.2026
Gambar 3: Kinerja Sektor Nasdaq 100 (23.06.2026)
Sumber: XTB Research, 23.06.2026
Bursa saham Eropa juga ditutup di zona merah, dengan sektor teknologi menjadi kontributor utama pelemahan.
- DAX Jerman turun 1,0%.
- CAC 40 Prancis melemah 0,7%.
- Euro Stoxx 50 turun 1,3%.
Sementara itu, FTSE 100 Inggris hanya terkoreksi 0,1% karena investor masih menunggu perkembangan politik pasca pengunduran diri Keir Starmer pada hari Senin.
Komoditas
Minimnya berita negatif dari Timur Tengah terus menekan harga komoditas energi.
Minyak Mentah
- Brent diperdagangkan di sekitar USD 77 per barel, turun 1,2%.
- WTI berada di sekitar USD 73 per barel, turun 1,1%.
Logam Mulia
- Emas diperdagangkan di sekitar USD 4.132 per troy ounce, turun 1,4%.
- Perak turun lebih tajam sebesar 4,7% ke sekitar USD 62 per ounce.
Data Makroekonomi
Fokus pasar hari ini tertuju pada rilis data PMI bulan Juni.
Beberapa kesimpulan utama:
- Sektor jasa di Eropa masih menunjukkan kelemahan.
- Sektor manufaktur tampil sedikit lebih baik, meskipun pertumbuhannya masih sangat terbatas.
Data dari Inggris menjadi yang paling mengecewakan karena kedua indikator utama berada jauh di bawah ekspektasi pasar.
Market Wrap: AI Tertekan, Minyak Turun Usai Kemajuan AS-Iran
Selat Hormuz Kembali Stabil, Risiko Energi Belum Hilang
Market Wrap: Fed Pertahankan Suku Bunga, Wall Street Rebound
The Fed Hawkish: Proyeksi Inflasi Naik Tajam
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.