-
Futures indeks AS diperdagangkan di zona hijau meskipun sempat mengalami kerugian di awal sesi akibat kegagalan pembicaraan damai AS-Iran dan pengumuman blokade Selat Hormuz. Sentimen membaik setelah komentar Donald Trump yang menyatakan bahwa Iran “masih ingin mencapai kesepakatan” serta laporan CBS yang menyoroti adanya dialog berkelanjutan antara perwakilan kedua negara.
-
Saham small-cap memimpin penguatan (US2000: +1%), diikuti oleh S&P 500 dan Nasdaq (US500, US100: +0,5%). Dow Jones Industrial Average (US30: +0,3%) juga berhasil menghapus kerugian awal meskipun mendapat tekanan besar dari aksi jual saham Goldman Sachs.
-
Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa harga minyak yang bertahan di atas $90 per barel pada akhirnya akan menimbulkan tekanan inflasi ke sektor ekonomi lainnya. Ia menekankan bahwa meskipun konsumen adalah fondasi ekonomi, kondisi saat ini jelas membebani sentimen.
-
Saham Goldman Sachs turun 3,8% meskipun mencatatkan kinerja Q1 yang kuat yang didorong oleh trading ekuitas dan pertumbuhan advisory. Investor kecewa dengan hasil FICC (Fixed Income, Currencies, and Commodities) yang lebih lemah dari ekspektasi serta rasio CET1 yang lebih rendah dari perkiraan.
-
Penjualan rumah di AS turun lebih dalam dari ekspektasi, dari 4,13 juta pada Februari menjadi 3,98 juta pada Maret (dibandingkan perkiraan 4,07 juta).
-
Indeks saham Eropa menutup sesi dengan optimisme moderat. Amsterdam memimpin penguatan (NED25: +0,45%), meskipun 16 perusahaan dalam indeks AEX mencatat penurunan hari ini. Futures DAX Jerman (DE40) naik 0,3%, sementara pasar di Paris dan London ditutup datar. Indeks IBEX35 Spanyol (SPA35) mencatat penurunan 0,2%.
- Harga minyak Brent memangkas sebagian kenaikan sebelumnya (OIL: dari +7,5% menjadi +4,9%), turun sedikit di bawah $100 per barel. Sementara itu, logam mulia mengurangi kerugian, dengan emas saat ini turun 0,6% ke level $4.730 per ons.
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.
📈 Saham kembali menguat seiring harapan baru pembicaraan AS-Iran 🔍
Logam mulia kembali tertekan 📉
Saham AS Tertekan Isu Hormuz
🟡Emas Kembali ke Valuasi Berbasis Pasar, Bukan Sentimen Risiko. Apa Selanjutnya untuk Harga?