📈 Pasar Saham
- Perdagangan Wall Street didominasi oleh penjual, dengan tekanan jual meluas ke seluruh pasar dan memberikan tekanan besar terhadap indeks saham Amerika Serikat.
- Indeks Dow Jones turun sekitar 1%, S&P 500 melemah sekitar 1,2%, sementara Nasdaq 100 jatuh lebih dari 2%.
- Alphabet dan Tesla menjadi dua pendorong utama penurunan pasar hari ini. Saham kedua perusahaan melemah cukup signifikan setelah laporan kuartalan dirilis.
- Meskipun Alphabet dan Tesla membukukan hasil yang lebih baik dari ekspektasi, sentimen investor tetap negatif.
- Dalam kasus Alphabet, perhatian pasar tertuju pada peningkatan belanja kecerdasan buatan. Perusahaan masih memperoleh dukungan dari bisnis periklanan yang kuat dan pertumbuhan dinamis Google Cloud, tetapi investor semakin menuntut hasil nyata dari investasi AI bernilai miliaran dolar.
- Kekhawatiran utama adalah tingginya pengeluaran yang dapat menekan arus kas dalam beberapa kuartal mendatang sebelum menghasilkan peningkatan profitabilitas.
- Sementara itu, Tesla masih menghadapi tekanan margin dan meningkatnya persaingan di pasar kendaraan listrik, meskipun penjualan tumbuh dan perusahaan memiliki rencana ambisius terkait kendaraan otonom, AI, serta robot humanoid Optimus.
- Intel akan merilis laporan keuangannya setelah sesi perdagangan hari ini. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa upaya restrukturisasi mulai memberikan manfaat bisnis yang terukur.
🏛️ Makroekonomi
- Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga tanpa perubahan.
- Klaim awal tunjangan pengangguran mingguan AS turun sebesar 22.000 menjadi hanya 187.000, mencapai level terendah sejak 1969 dan jauh lebih baik dari ekspektasi pasar.
- Data pasar tenaga kerja tersebut mengonfirmasi bahwa kondisi ketenagakerjaan AS masih tangguh. Hal ini mendukung dolar AS dan berpotensi memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish.
🌐 Geopolitik
- Eskalasi di Timur Tengah mendorong sentimen risk-off secara global, meningkatkan penghindaran risiko dan mengarahkan investor menuju aset yang dianggap lebih defensif.
- Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam wawancara dengan Axios bahwa ia sedang mempertimbangkan “serangan besar” terhadap Iran yang skalanya akan “lebih besar dari sebelumnya”. Ia juga menyatakan hampir mengambil keputusan akhir.
- Pasar menafsirkan komentar tersebut sebagai sinyal bahwa konflik dapat memasuki fase baru yang jauh lebih berbahaya.
- Situasi semakin memanas setelah gelombang serangan rudal dan drone Iran terhadap target di Yordania, Bahrain, dan Kuwait, menyusul malam ke-12 serangan AS terhadap target yang berkaitan dengan Iran.
- Pemerintah Kuwait melaporkan serangan terhadap perlintasan perbatasan Al-Abdali dengan Irak. Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik semakin meluas ke seluruh kawasan Teluk Persia.
- Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan dan meminta warga Amerika di Timur Tengah bersiap menghadapi kemungkinan gangguan perjalanan dan pembatalan penerbangan.
- Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan dalam pertemuan Dewan Keamanan bahwa situasi di Timur Tengah semakin tidak terkendali.
- Ia meminta pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, sekaligus menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan keluar.
🛢️ Komoditas
- Harga minyak Brent melonjak melewati level psikologis $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Harganya naik lebih dari 6% setelah serangan Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah.
- Kekhawatiran investor berpusat pada keamanan transit minyak di dua jalur pelayaran strategis, yaitu Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab.
- Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC melaporkan telah mencegat tiga kapal tanker minyak yang mencoba melintasi jalur yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz.
- Menurut pernyataan tersebut, satu kapal tanker meledak dan terbakar, sementara dua kapal lainnya mundur.
- Eskalasi lebih lanjut yang melibatkan Iran dan ancaman terhadap pelayaran di Teluk Persia dapat mempertahankan volatilitas ekstrem di pasar minyak dan memperkuat sentimen risk-off global.
- Tekanan jual juga meluas ke sebagian besar logam industri.
🪙 Logam Mulia
- Memburuknya sentimen pasar akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut menekan harga logam mulia.
- Harga emas turun lebih dari 2% dan menguji level $4.050 per ons.
- Harga perak melemah hampir 4% dan turun ke bawah $60 per ons.
TSMC, Fondasi Utama Revolusi AI
Wall Street Anjlok, Risiko Perang Meningkat
US Open: Wall Street Tertekan, Minyak Mendekati $100
Texas Instruments Turun Meski Laba Kuat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.