Inflasi PPI AS untuk Juli tercatat lebih rendah dari ekspektasi, meskipun pelemahan tidak terjadi di seluruh komponennya.
- Headline PPI turun menjadi 4,7% secara tahunan dan tidak berubah secara bulanan.
- Core PPI tercatat 4,7% secara tahunan, sedikit di atas konsensus 4,6%. Secara bulanan, core PPI naik 0,4%.
Gambar 1: Inflasi CPI & PPI AS (2018-2026)
Sumber: XTB Research, 13.08.2026
Rincian data:
- Barang (-0,7% MoM): Harga barang turun untuk bulan kedua berturut-turut, didorong penurunan biaya energi sebesar 3,1% dan harga makanan sebesar 0,9%.
- Lebih dari separuh penurunan harga barang berasal dari turunnya harga gasoline sebesar 5,7%. Diesel, jet fuel, serta sayuran segar dan kering juga mencatat penurunan yang signifikan.
- Jika komponen makanan dan energi yang volatil dikeluarkan, harga barang justru naik tipis 0,1%.
- Jasa (+0,2% MoM): Harga jasa terus meningkat, terutama didorong kenaikan 0,6% pada jasa di luar perdagangan, transportasi, dan pergudangan.
- Salah satu pendorong utama adalah lonjakan 6,5% pada biaya portfolio management, disertai kenaikan margin ritel untuk kendaraan, makanan dan alkohol, serta produk kesehatan dan kecantikan.
- Konstruksi (+2,2% MoM): Biaya konstruksi naik tajam selama bulan tersebut dan membantu mengimbangi penurunan harga barang.
- Supercore (+0,4% MoM).
Gambar 2: Inflasi PPI AS dan Minyak WTI (2012-2026)

Sumber: XTB Research, 13.08.2026
Sementara itu, Initial Jobless Claims naik menjadi 209 ribu, lebih tinggi dari ekspektasi 202 ribu. Pergerakan tersebut secara umum sejalan dengan data NFP yang dirilis pekan lalu. Namun, jumlah klaim masih berada dekat level terendah lokal dan tetap konsisten dengan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif ketat.
Gambar 2: Initial Jobless Claims (2022-2026)
Sumber: XTB Research, 13.08.2026
Stok AS Meledak, Brent Jatuh di Bawah US$88
PPI AS Jadi Fokus Baru setelah CPI Datar
Market Wrap: Nasdaq Lanjut Naik, Minyak Dekati US$89
Daily Summary: Nasdaq Naik, AI dan Chip Kembali Jadi Motor Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.