00.48 · 20 Juni 2026

Daily Summary: Wall Street Libur, Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus

Karena peringatan Juneteenth yang menandai berakhirnya perbudakan di Amerika Serikat, tidak ada sesi perdagangan reguler di pasar saham AS hari ini. Meski demikian, kontrak futures tetap diperdagangkan dan memberikan gambaran mengenai sentimen investor. Pergerakan futures menunjukkan pelemahan terbatas. Futures S&P 500 turun sekitar 0,1%.
Futures Nasdaq 100 turun sekitar 0,1%.
Likuiditas yang lebih rendah dari biasanya membuat aktivitas pasar relatif terbatas sepanjang sesi.

Geopolitik Masih Menjadi Faktor Utama

Pasar saham global sempat tertekan setelah muncul laporan mengenai penundaan putaran berikutnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sedianya berlangsung hari ini di Swiss. Sentimen kemudian sedikit membaik setelah muncul laporan mengenai gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah. Sebelumnya, serangan Israel ke Lebanon sempat memunculkan keraguan mengenai ketahanan memorandum yang ditandatangani AS dan Iran pada Rabu lalu. Perlu diingat bahwa memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk menyusun kesepakatan damai yang lebih rinci. Sementara proses negosiasi berlangsung, Selat Hormuz tetap direncanakan untuk dibuka kembali bagi aktivitas pelayaran komersial.

Komoditas

Harga energi tetap bergerak volatil sepanjang sesi.

Untuk minyak mentah:

  • Harga sempat naik setelah penundaan pembicaraan damai.

  • Kemudian terkoreksi setelah laporan gencatan senjata Israel-Hezbollah.
  • Pada akhir sesi, Brent tetap mencatat kenaikan sekitar 1%.

Harga terkini:

  • Brent Crude: sekitar US$81 per barel.

  • WTI Crude: sedikit di bawah US$78 per barel.

Natural gas:

  • NATGAS menutup pekan di sekitar US$3,2.
  • TTF Eropa bergerak di kisaran US$42,1.

​​Logam Mulia Terus Melemah

Harga logam mulia kembali turun pada sesi ini.

Harga terkini:

  • Emas: sekitar US$4.156 per troy ounce.
  • Perak: sekitar US$64,9 per ounce.

Penurunan lebih dari 1% terutama dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara maju. Obligasi pemerintah dianggap sebagai alternatif investasi berisiko rendah yang lebih menarik dibanding logam mulia ketika yield meningkat.

 

Data Makro dan Mata Uang

Inflasi Jepang Sesuai Ekspektasi

Hari dimulai dengan rilis inflasi Jepang. Hasilnya tidak memberikan kejutan:

  • CPI utama: 1,5%
  • Core CPI: 1,4%

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank of Japan hampir tidak berubah. Pasar masih memperkirakan sekitar 95% probabilitas kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. USDJPY menutup hari di sekitar level 161,3. Secara mingguan, yen melemah sekitar 0,7% terhadap dolar AS, relatif lebih baik dibanding beberapa mata uang G10 lainnya.

Penjualan Ritel Inggris Melampaui Ekspektasi

Data Inggris menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan pasar.

Penjualan ritel:

  • +1,2% secara bulanan.
  • +3,2% secara tahunan.

Data tersebut membantu mendorong penguatan poundsterling sekitar 0,2% terhadap dolar AS. Namun secara mingguan, GBPUSD masih turun sekitar 1,3% dibanding pembukaan perdagangan pada Senin.

Fokus Pasar

Meskipun Wall Street tutup hari ini, pasar tetap menghadapi dua tema utama. Pertama, perkembangan hubungan AS-Iran yang masih menyisakan ketidakpastian meskipun memorandum perdamaian telah ditandatangani. Kedua, penguatan imbal hasil obligasi global yang terus memberikan tekanan pada logam mulia dan membatasi minat investor terhadap aset defensif. Dengan pasar AS kembali dibuka pada awal pekan depan, perhatian investor akan tertuju pada apakah negosiasi Timur Tengah dapat kembali bergerak maju dan apakah kenaikan harga minyak mampu bertahan di atas level psikologis US$80 per barel.

19 Juni 2026, 20.30

US Closed: Wall Street Libur, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah

19 Juni 2026, 19.42

Emas Tertekan Saat Dolar dan Yield AS Menguat

19 Juni 2026, 13.54

Kalender Ekonomi: Dolar Menguat, Likuiditas Pasar Menipis

19 Juni 2026, 12.46

Market Wrap: Wall Street Terkoreksi Saat Optimisme Mereda

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.