12.24 · 11 Agustus 2026

Hormuz Redakan Minyak, tapi Risiko Belum Hilang

Harga minyak tetap sangat sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah, terutama ketika negosiasi untuk mengamankan pelayaran melalui Selat Hormuz masih menemui kebuntuan. Namun, pasar tetap merespons setiap headline yang mengindikasikan kemungkinan tercapainya “kesepakatan” dan pelonggaran pembatasan terhadap lalu lintas tanker melalui selat tersebut.

Brent secara bertahap menghapus sebagian kenaikan tajam sebelumnya dan kini diperdagangkan di sekitar US$87 per barel. WTI bergerak di sekitar US$81 per barel.

Katalis utama berasal dari laporan media terbaru yang mengindikasikan bahwa Oman dan Iran mungkin semakin dekat untuk menyelesaikan negosiasi. Meski demikian, pasar masih berada dalam semacam “zona abu-abu”. Minyak tetap mengalir melalui Selat Hormuz, tetapi risiko gangguan yang terus bertahan membuat premi geopolitik tetap tinggi.

Dalam pandangan kami, kebuntuan berkepanjangan di Selat Hormuz masih menjadi skenario dasar untuk beberapa pekan ke depan. Namun, risiko eskalasi dari Amerika Serikat kemungkinan menurun seiring siklus politik semakin mendekati pemilu paruh waktu pada musim gugur.

Harapan Kesepakatan Hormuz Menekan Harga Minyak

Harga minyak melonjak pada sesi sebelumnya. Brent sempat mendekati US$87,50 per barel setelah naik hampir 5% karena pasar semakin khawatir terhadap kebuntuan berkepanjangan di Selat Hormuz. Namun, situasinya mulai berubah cepat setelah muncul laporan bahwa pembicaraan antara Oman dan Iran telah memasuki “tahap lanjutan”. Prospek penyelesaian damai antara Amerika Serikat dan Iran juga dinilai membaik. Pasar kemudian mulai memperhitungkan deeskalasi dan mengurangi sebagian premi geopolitik yang sebelumnya telah masuk ke harga minyak.

  • Harga minyak turun ke bawah US$88 per barel setelah muncul laporan kemajuan dalam negosiasi.
  • Kesepakatan potensial dapat mengurangi risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz serta serangan terhadap tanker dan infrastruktur energi.
  • Namun, situasi masih sangat dinamis. Tanpa kesepakatan final, risiko kenaikan kembali premi geopolitik belum hilang.
  • Pasar mulai bergeser dari skenario “tidak perang, tetapi juga tidak damai” menuju probabilitas deeskalasi yang lebih tinggi, sehingga memberikan tekanan turun pada harga minyak.

Cadangan Minyak Strategis AS Turun ke Level Terendah 40 Tahun

Geopolitik bukan satu-satunya faktor yang dapat mempertahankan volatilitas tinggi di pasar minyak. Strategic Petroleum Reserve atau SPR Amerika Serikat telah turun ke bawah 300 juta barel untuk pertama kalinya sejak 1983. Kondisi tersebut membuat AS memiliki buffer darurat yang jauh lebih kecil dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.

Hal ini menjadi penting ketika pasar masih menghadapi potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah.

  • SPR turun lagi sebesar 6,1 juta barel pada pekan lalu.
  • Total cadangan turun menjadi sedikit di bawah 299 juta barel, terendah dalam lebih dari 40 tahun.
  • Rendahnya SPR membuat ruang penggunaan cadangan strategis menjadi lebih terbatas apabila terjadi gangguan mendadak terhadap pasokan minyak global.
  • Kemajuan negosiasi Hormuz saat ini menekan harga minyak, tetapi rendahnya cadangan strategis AS tetap menjadi faktor risiko penting apabila eskalasi kembali terjadi.

Harga Minyak Tinggi Memperumit Outlook The Fed

Kenaikan harga minyak terbaru kembali membawa risiko inflasi AS ke perhatian pasar. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat.

Pada saat yang sama, yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,727%.

Namun, deeskalasi yang bertahan di Timur Tengah dan penurunan harga energi dapat membantu mengurangi sebagian tekanan tersebut.

  • Harga energi yang lebih tinggi dapat membuat proses disinflasi semakin sulit dan membatasi ruang The Fed untuk menerapkan kebijakan yang lebih akomodatif.
  • Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,73% di tengah kekhawatiran bahwa tekanan harga dapat tetap tinggi.
  • Penurunan harga minyak akibat kemajuan negosiasi dapat memberikan dampak sebaliknya dengan mengurangi risiko percepatan inflasi kembali.
  • Rilis CPI AS pada Rabu tetap menjadi agenda utama dan dapat menentukan apakah pasar mempertahankan ekspektasi yang lebih tinggi terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September.

 

11 Agustus 2026, 07.50

Market Wrap: Intel Jatuh 4%, Minyak Naik karena Hormuz

10 Agustus 2026, 19.00

Daily Summary: Minyak Melonjak, Wall Street Justru Lesu

10 Agustus 2026, 07.40

Market Wrap: Hormuz Memanas, Wall Street Tunggu CPI AS

10 Agustus 2026, 07.34

Kalender Ekonomi: Hormuz Panas, Pasar Bersiap Hadapi CPI AS

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.