-
Futures indeks AS telah beralih ke mode defensif penuh setelah eskalasi lebih lanjut dari perang di Timur Tengah. Saham kapitalisasi kecil dalam indeks Russell 2000 memimpin penurunan (US2000: -2,7%; level terendah dua minggu), diikuti oleh Nasdaq yang didominasi saham teknologi (US100: -2%), S&P 500 (US500: -1,6%), dan Dow Jones (US30: -1,2%).
-
Penurunan tajam ini dipicu oleh serangan Iran yang menargetkan infrastruktur minyak dan gas utama di negara-negara Teluk Persia, yang mendorong harga komoditas lebih tinggi. Minyak Brent rebound sebesar 3,8% hari ini, mendekati $107 per barel. Tekanan semakin meningkat setelah Iran menyatakan tidak berniat untuk menegosiasikan keamanan Selat Hormuz selama operasi militer berlangsung.
-
Menurut CBS, Amerika Serikat sedang mempersiapkan kemungkinan serangan darat ke Iran. Komandan militer senior dilaporkan telah meminta otorisasi yang diperlukan untuk mempersiapkan operasi tersebut. Selain itu, AS mempercepat penempatan Marinir ke Timur Tengah (dengan potensi 2.200 personel tiba minggu depan).
-
Meningkatnya risiko guncangan harga energi yang berkepanjangan mendorong ekspektasi inflasi dan memperkuat taruhan pada kebijakan moneter yang lebih hawkish. Pasar futures saat ini mulai memperhitungkan kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember (sebelumnya, skenario dasar tidak memperkirakan kenaikan suku bunga pada 2026).
-
Indeks Dolar AS naik 0,25%, memulihkan penurunan setelah pertemuan FOMC yang relatif seimbang. Kekuatan “flight to the dollar” ini terlihat dari arus keluar modal yang simetris dari mata uang berisiko.
-
Arus masuk ke dolar juga mendorong aksi jual di pasar logam mulia. Harga emas turun tambahan 2,4% ke $4.525 per ounce, level terendah sejak awal Februari. Perak mencatat kinerja yang lebih buruk dengan penurunan 5% ke $67. Platinum (-1,2%) dan palladium (-2%) juga berada di zona merah.
-
Selain itu, prospek perlambatan ekonomi turut membebani logam industri, dengan tembaga (copper) turun 2,6%.
Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru, Apple Jadi Sorotan
Wall Street Dekati Rekor, Pasar Global Menguat
US Open: Optimisme Wall Street Melemah, Nasdaq Uji Resistensi
Market Wrap: Wall Street Waspada, AI & The Fed Jadi Fokus
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.