📈 Pasar Saham
- Warna merah mendominasi sesi Wall Street hari ini. Penurunan terjadi pada indeks-indeks utama, meskipun skalanya masih relatif terbatas.
- Dow Jones turun sekitar 1%, sementara pelemahan pada indeks utama lainnya jauh lebih kecil.
- S&P 500 turun sekitar 0,4%, sedangkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi bergerak dekat level pembukaannya.
- Salah satu faktor yang menekan sentimen adalah laporan NFP Jumat yang jauh lebih kuat dari ekspektasi pasar.
- Akibatnya, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga FOMC sebesar 25 basis poin pada pertemuan berikutnya ikut meningkat.
- Investor kini terutama menunggu data inflasi CPI dan PPI, yang dapat menjadi faktor penting dalam membentuk ekspektasi terhadap keputusan The Fed berikutnya.
🛢️ Komoditas dan Logam Mulia
- Kenaikan harga minyak dapat kembali menambah tekanan inflasi, sehingga memberikan The Fed alasan lebih kuat untuk mempertahankan suku bunga tinggi.
- Brent mendekati US$100 per barel, sementara WTI menembus US$92 per barel.
- Pergerakan logam mulia juga beragam. Emas turun sekitar 0,3% dan berada di bawah US$4.400 per ons, sedangkan perak naik sekitar 0,4% dan bertahan di atas US$66 per ons.
🌍 Geopolitik
- Teheran mengumumkan pembentukan zona pembatasan akses maritim di dekat Selat Hormuz, jalur yang dilalui sebagian besar ekspor minyak global. Iran ingin kapal yang melintasi wilayah tersebut memperoleh persetujuan terlebih dahulu, yang dapat semakin menghambat pelayaran dan ekspor komoditas.
- Setelah serangan AS terhadap tanker Iran, Teheran menjanjikan balasan yang “lebih intens dan menyakitkan”. Pada saat yang sama, menurut media Iran yang dikutip Al Hadath, Iran mengajukan syarat baru kepada Washington untuk kembali ke meja negosiasi. Artinya, meskipun eskalasi militer berlanjut, kedua pihak masih membuka kemungkinan penyelesaian diplomatik.
- Konflik juga meluas ke Yaman. Houthi yang didukung Iran menyerang target sektor minyak Saudi, sementara Arab Saudi membalas dengan serangan udara. Kondisi ini menempatkan dua jalur perdagangan utama, yaitu Hormuz dan Bab al-Mandab, dalam risiko dan meningkatkan kemungkinan gangguan pasokan minyak.
- Washington memperluas sanksi terhadap sektor penerbangan Iran dengan menargetkan 36 entitas, termasuk maskapai, pemasok asing, dan perantara. AS menuduh sebagian entitas membantu Iran mengangkut senjata, personel, dan kargo ilegal. Sanksi ini bertujuan mempersempit kemampuan finansial Teheran dan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran.
- Korps Garda Revolusi Iran mengklaim telah menangkap kapal selam nirawak canggih milik AS di kawasan Selat Hormuz. AS belum mengonfirmasi laporan tersebut, sehingga untuk saat ini informasi tersebut masih harus diperlakukan sebagai klaim dari pihak Iran. Kabar ini muncul ketika ketegangan di perairan Teluk Persia berada pada level yang sangat tinggi.
Harga Minyak Dekati US$100, Risiko Geopolitik Makin Tinggi
Market Wrap: NFP Kuat, Chip Asia Naik dan Minyak Dekati US$100
Daily Summary: Yield Treasury Turun, Saham Teknologi Wall Street Kembali Menguat
Peluang Rate Hike The Fed Turun, Dolar AS Ikut Melemah
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.