01.02 · 10 September 2026

Daily summary: Wall Street Melemah, Yield 10 Tahun Tembus 4,85%

  • Sesi hari ini hampir tidak menghadirkan rilis makroekonomi utama. Besok pukul 13:30 GMT, pasar akan menerima laporan PPI AS untuk Agustus yang dapat memberikan indikasi awal mengenai apa yang mungkin terlihat pada CPI Jumat, yang juga akan dirilis pukul 13:30 GMT. Data inflasi tersebut dapat membentuk ekspektasi akhir menjelang keputusan The Fed sekaligus memberikan petunjuk baru mengenai momentum ekonomi AS.
  • Nasdaq 100 turun hampir 0,2% hari ini, S&P 500 melemah sekitar 0,3%, sementara DJIA kehilangan 0,5%. Harga emas bergerak di sekitar US$4.415 per ons dan, seperti Bitcoin yang berada di kisaran US$78.500, hanya menunjukkan reaksi terbatas terhadap keputusan Treasury Department untuk melipatgandakan buyback obligasi AS.
  • Treasury AS meningkatkan ukuran buyback obligasi jangka panjang berikutnya menjadi US$6 miliar, tiga kali lipat dari sebelumnya. Namun, reaksi pasar tetap negatif: harga Treasury turun dan yield naik. Scott Bessent menegaskan bahwa buyback yang lebih besar ditujukan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan membatasi pergerakan yield yang terlalu tajam, bukan mengubah valuasi fundamental utang pemerintah AS. Meski sebelumnya ia hanya menyatakan skala program akan “setidaknya digandakan”, bahkan kenaikan tiga kali lipat belum cukup menghentikan aksi jual. Kontrak TNOTE turun ke level terendah sejak November 2023.
  • Futures Brent (OIL) naik hampir 2% dan diperdagangkan di atas US$100 per barel, mencapai level tersebut untuk pertama kalinya sejak Mei 2026. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke 4,85%, level tertinggi sejak 2023, tidak lama setelah pengumuman Treasury.
  • EIA secara signifikan menaikkan proyeksi harga minyak. Rata-rata Brent 2026 kini diperkirakan sebesar US$91,01 per barel, naik dari US$86,81, sementara WTI dinaikkan menjadi US$84,65 dari US$80,88. Meski demikian, EIA masih memperkirakan penurunan tajam pada 2027, dengan Brent sekitar US$73,74 per barel, hampir 25% di bawah level saat ini.
  • EIA memperkirakan arus melalui Selat Hormuz akan membaik secara bertahap dan produksi Timur Tengah meningkat dalam beberapa bulan mendatang, meskipun sebagian pembatasan ekspor diperkirakan tetap berlangsung hingga akhir 2026. Produksi minyak global diproyeksikan sebesar 100,6 juta barel per hari pada 2026 dan meningkat menjadi 109,9 juta barel per hari pada 2027.
  • Permintaan minyak global diperkirakan mencapai 102,6 juta barel per hari pada 2026 dan 105 juta barel per hari pada 2027. Pada saat yang sama, EIA memperkirakan produksi minyak AS terus meningkat hingga 14,26 juta barel per hari pada 2027, yang dapat menambah tekanan supply terhadap harga dalam jangka panjang.
  • Donald Trump mengatakan pertumbuhan ekonomi AS dapat mencapai 20%. Namun, data sejak 1947 menunjukkan pertumbuhan sebesar itu hanya pernah terjadi sekali, yaitu pada Q3 2020 ketika GDP rebound pada laju tahunan 34,9% setelah kontraksi akibat pandemi. Kondisi saat ini sangat berbeda, dengan real GDP AS hanya tumbuh 1,5% secara annualized pada Q2 2026. Meski pemerintah menunjuk pemangkasan pajak, investasi, dan produktivitas sebagai pendorong potensial, ekonom secara umum menilai pertumbuhan berkelanjutan mendekati 20% sangat tidak realistis.
10 September 2026, 00.25

EIA Naikkan Proyeksi Harga Minyak, WTI 2026 Jadi US$84,65

10 September 2026, 00.05

Treasury AS Perbesar Buyback, Tapi Yield Justru Tembus 4,85%

9 September 2026, 22.15

Minyak Tembus US$100, Risiko Inflasi Memanas

9 September 2026, 21.02

US Open: Wall Street Turun, Minyak Tembus US$100

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.