Faktor Utama Penggerak Volatilitas
Tema dominan hari ini adalah keseimbangan kekuatan dalam konflik AS-Iran dan dampaknya terhadap pasar global. Setelah serangan militer akhir pekan di Selat Hormuz, kedua pihak mengumumkan penghentian permusuhan pada Minggu malam, yang kemudian mendorong kenaikan di Wall Street.
Namun, volatilitas tetap terlihat jelas. Investor sempat bergerak antara euforia dan kekhawatiran karena belum ada konfirmasi resmi gencatan senjata dari Teheran, yang juga membantah bahwa pembicaraan teknis telah dijadwalkan. Pasar benar-benar bergerak liar sebelum akhirnya pembeli mengambil alih menjelang akhir sesi.
Geopolitik
AS dan Iran telah sepakat untuk menghentikan operasi militer dan mengizinkan kembali jalur bebas bagi kapal komersial melalui Selat Hormuz. Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner melakukan perjalanan ke Qatar untuk bertemu dengan perdana menteri negara tersebut pada Selasa dan melanjutkan pembicaraan damai.
Sementara itu, Qatar menangguhkan operasi angkatan lautnya sendiri setelah salah satu warganya tewas akibat serpihan dalam operasi militer. Mahkamah Agung AS juga mengeluarkan putusan penting. Pengadilan menegaskan independensi The Fed dengan memblokir pemecatan Gubernur Lisa Cook oleh Presiden Trump atas dasar prosedural. Namun pada saat yang sama, pengadilan memutuskan bahwa Trump memiliki hak untuk memecat Komisaris FTC Rebecca Slaughter, sekaligus membatalkan preseden tahun 1935.
Data Makroekonomi
Pekan ini lebih pendek karena libur Independence Day pada 4 Juli, tetapi kalender makro tetap padat.
Laporan tenaga kerja AS untuk Juni akan dirilis pada Kamis. Goldman Sachs memperkirakan kenaikan payroll sebesar 130.000, di atas konsensus 115.000. Sementara itu, Deutsche Bank hanya memperkirakan 75.000, dengan alasan risiko musiman.
Ketua The Fed Kevin Warsh akan berbicara pada Rabu dalam forum ECB di Sintra. Pasar akan mencermati pidato tersebut dengan ketat karena berkaitan dengan arah suku bunga ke depan.
Di Polandia, program Lower Fuel Prices (CPN) akan berakhir pada 1 Juli, dan tarif PPN 23% untuk bahan bakar akan kembali berlaku. Hal ini diperkirakan mendorong harga bensin oktan 95 ke kisaran 6,50–6,80 PLN per liter serta menaikkan inflasi CPI sekitar 0,3–0,4 poin persentase.
Indeks
Wall Street menutup sesi dengan kenaikan signifikan. Dow Jones naik lebih dari 302 poin atau 0,58% ke level 52.175 poin. S&P 500 naik 0,51% ke 7.392 poin, sementara Nasdaq menguat 0,79% ke 25.497 poin, sekaligus mempertahankan area support di dekat EMA 50 hari. Di Asia, perdagangan berlangsung lebih tenang. Nikkei Jepang naik 0,15%, sementara CHN.cash China menguat 0,93%.
Indeks Eropa ditutup beragam. Stoxx 600 nyaris tidak berubah, sementara DAX (DE40) dan FTSE (UK100) masing-masing melemah sekitar 0,2%. Meski begitu, sektor teknologi Eropa rebound lebih dari 1% setelah aksi jual pekan lalu. Indeks W20 Polandia turun 0,34%, menunjukkan pergerakan yang jelas berlawanan dengan sentimen positif di Amerika Serikat.
Saham
Bintang utama sesi hari ini adalah Alphabet, yang naik lebih dari 4% pada hari pertama perdagangannya sebagai komponen Dow Jones Industrial Average. Comcast naik 6–7% setelah mengumumkan rencana spin-off portofolio medianya, termasuk NBCUniversal dan Sky, menjadi dua perusahaan publik yang terpisah.
Produsen semikonduktor mengalami pergerakan yang sangat volatil. ETF SMH akhirnya ditutup naik 2,5% setelah sebelumnya sempat turun 3,1%. Nvidia rebound ke +0,6%, sementara Micron masih melemah sekitar 2%.
Komoditas
Harga minyak mentah naik di tengah ketegangan seputar Selat Hormuz. WTI naik 1,7% ke $70,38, sementara Brent menguat 1,24% ke $72,88 per barel.
Emas dan perak berada di bawah tekanan cukup besar. Emas turun 1,20% ke $4.022, sementara perak melemah 1,36% ke $58,08. Pergerakan ini mencerminkan pola klasik ketika risk appetite pasar membaik. Natural gas (NATGAS) mencatat penurunan terbesar di antara seluruh instrumen, turun 3,58% ke $3,18. Hal ini dapat mencerminkan ekspektasi bahwa pasokan LNG akan pulih lebih cepat.
Selat Hormuz Melambat, Premi Risiko Minyak Mulai Menguap
Kalender Ekonomi: Pasar Fokus ke Sintra dan Data NFP AS
Market Wrap: Semikonduktor Tertekan, Rotasi Pasar Mulai Berubah
Daily Summary: Wall Street Berakhir Mixed, Investor Cerna Data AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.