- CPI AS Juli jadi fokus utama, dengan rilis pada pukul 14:30.
- Data inflasi akan memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.
- Dolar AS dan S&P 500 berpotensi lebih volatil setelah rilis CPI.
- Yield obligasi AS juga sensitif terhadap kejutan inflasi.
- WTI dan Brent dipantau lewat data persediaan DOE pukul 16:30.
- CPI AS Juli jadi fokus utama, dengan rilis pada pukul 14:30.
- Data inflasi akan memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.
- Dolar AS dan S&P 500 berpotensi lebih volatil setelah rilis CPI.
- Yield obligasi AS juga sensitif terhadap kejutan inflasi.
- WTI dan Brent dipantau lewat data persediaan DOE pukul 16:30.
Sesi perdagangan Rabu di pasar keuangan akan didominasi oleh rilis utama inflasi konsumen atau CPI. Fokus utama investor global tertuju pada data CPI AS untuk Juli yang dijadwalkan rilis pada 12 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB. Jadwal ini menjadi perhatian utama bagi investor yang ingin mengetahui kapan CPI AS dirilis dan jam berapa, karena hasilnya dapat langsung memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve. Dengan sejumlah rilis penting lainnya, volatilitas tinggi berpotensi terjadi di pasar FX, indeks saham, dan yield obligasi pemerintah.
Kalender Makroekonomi
- 13:00 AS, Weekly Mortgage Applications. Konsensus: N/A. Sebelumnya: -2,9%.
- 14:30 AS, Inflasi CPI Juli (YoY). Konsensus: 3,4%. Sebelumnya: 3,5%.
- 14:30 AS, Core CPI Juli (YoY). Konsensus: 2,5%. Sebelumnya: 2,6%.
- 14:30 AS, Inflasi CPI Juli (MoM). Konsensus: 0,1%. Sebelumnya: -0,4%.
- 14:30 AS, Core CPI Juli (MoM). Konsensus: 0,2%. Sebelumnya: 0,0%.
- 16:30 AS, Persediaan Bensin DOE Mingguan. Konsensus: -1,6 juta barel. Sebelumnya: -1,64 juta barel.
- 20:00 AS, Federal Budget Balance Juli. Konsensus: -US$295 miliar. Sebelumnya: -US$120,3 miliar.
Pasar yang Perlu Dipantau
-
Pasar Valuta Asing – Rilis CPI AS pada pukul 14:30 akan menjadi katalis volatilitas utama bagi pasangan mata uang ini. Data yang lebih rendah dari ekspektasi dapat melemahkan dolar AS dan membuka peluang pergerakan menuju area resistance. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi berpotensi memperkuat greenback.
-
S&P 500 (US500) – Kejutan pada data inflasi AS akan memengaruhi ekspektasi terhadap jalur suku bunga The Fed, dengan dampak langsung terhadap risk appetite investor dan valuasi saham.
-
Minyak Mentah (WTI / Brent) – Laporan persediaan bahan bakar DOE pada pukul 16:30 akan memberikan update terbaru mengenai permintaan AS selama puncak driving season. Dengan persediaan minyak mentah diperkirakan turun 0,5 juta barel, data tersebut dapat menjadi katalis tambahan bagi pergerakan harga minyak.
September Effect: Wall Street Bisa Patahkan Kutukan di 2026?
Daily Summary: Wall Street Tertekan Suku Bunga, Tesla Justru Naik 4%
Strategi Utang AS Ini Bisa Menjadi Bom Waktu Baru bagi Pasar
Minyak Kembali Dikuasai Geopolitik, WTI Bidik US$90
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.