Sesi perdagangan Rabu di pasar keuangan akan didominasi oleh rilis utama inflasi konsumen atau CPI. Fokus utama investor global tertuju pada data CPI AS untuk Juli yang dirilis sore ini. Data tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap ekspektasi pasar mengenai arah suku bunga Federal Reserve pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Dengan sejumlah rilis penting hari ini, volatilitas yang tinggi diperkirakan terjadi di pasar FX, indeks saham, dan yield obligasi pemerintah.
Kalender Makroekonomi
- 13:00 AS, Weekly Mortgage Applications. Konsensus: N/A. Sebelumnya: -2,9%.
- 14:30 AS, Inflasi CPI Juli (YoY). Konsensus: 3,4%. Sebelumnya: 3,5%.
- 14:30 AS, Core CPI Juli (YoY). Konsensus: 2,5%. Sebelumnya: 2,6%.
- 14:30 AS, Inflasi CPI Juli (MoM). Konsensus: 0,1%. Sebelumnya: -0,4%.
- 14:30 AS, Core CPI Juli (MoM). Konsensus: 0,2%. Sebelumnya: 0,0%.
- 16:30 AS, Persediaan Bensin DOE Mingguan. Konsensus: -1,6 juta barel. Sebelumnya: -1,64 juta barel.
- 20:00 AS, Federal Budget Balance Juli. Konsensus: -US$295 miliar. Sebelumnya: -US$120,3 miliar.
Pasar yang Perlu Dipantau
-
Pasar Valuta Asing – Rilis CPI AS pada pukul 14:30 akan menjadi katalis volatilitas utama bagi pasangan mata uang ini. Data yang lebih rendah dari ekspektasi dapat melemahkan dolar AS dan membuka peluang pergerakan menuju area resistance. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi berpotensi memperkuat greenback.
-
S&P 500 (US500) – Kejutan pada data inflasi AS akan memengaruhi ekspektasi terhadap jalur suku bunga The Fed, dengan dampak langsung terhadap risk appetite investor dan valuasi saham.
-
Minyak Mentah (WTI / Brent) – Laporan persediaan bahan bakar DOE pada pukul 16:30 akan memberikan update terbaru mengenai permintaan AS selama puncak driving season. Dengan persediaan minyak mentah diperkirakan turun 0,5 juta barel, data tersebut dapat menjadi katalis tambahan bagi pergerakan harga minyak.
Market Wrap: Wall Street Turun, Pasar Tunggu CPI AS
Daily Summary - CPI Jadi Fokus saat Minyak dan Yield Tetap Tinggi
Brent Uji US$90, Risiko US$100 Membesar
Hormuz Redakan Minyak, tapi Risiko Belum Hilang
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.