Amerika Serikat
Perdagangan Kamis di Wall Street dibuka dengan tekanan jual yang cukup besar. Pada satu titik, Nasdaq 100 sempat turun hampir 3%, sebelum tekanan mereda dan indeks-indeks utama memangkas sebagian kerugiannya.
- US500 turun sekitar 0,6%.
- US100 melemah sekitar 1%.
- US30 dan US2000 tampil lebih baik dengan kenaikan sekitar 0,2%.
Perbedaan kinerja antarindeks menunjukkan bahwa kekhawatiran investor masih terkonsentrasi pada saham-saham hyperscaler dan SaaS. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi pasar secara keseluruhan karena kelompok saham tersebut menyumbang lebih dari separuh bobot indeks-indeks utama AS. JPMorgan juga mencatat adanya aksi deleveraging oleh investor ritel, yang paling banyak terjadi pada saham-saham teknologi. Sementara itu, pasar mulai menganggap konflik Iran secara praktis telah berakhir. Saat ini proses menuju perjanjian damai final masih berlangsung, dengan kedua pihak memiliki waktu hingga 21 Agustus untuk mencapai kesepakatan.
Berita Perusahaan
Micron (MU.US)
Produsen chip memori ini membukukan hasil keuangan yang sangat kuat. Sahamnya sempat melonjak sekitar 20% saat pembukaan perdagangan, namun kenaikannya kemudian berkurang menjadi sekitar 10%.
Perusahaan mencatat:
- Pendapatan sebesar $41,46 miliar.
- EPS sebesar $25,11.
Kedua angka tersebut meningkat lebih dari 100% dibanding kuartal sebelumnya dan berada jauh di atas ekspektasi konsensus pasar. Kinerja tersebut turut mendorong saham produsen memori lainnya. Meski demikian, kenaikan harga memori yang terus berlanjut juga meningkatkan tekanan terhadap anggaran investasi perusahaan hyperscaler, sehingga menjadi beban bagi sentimen pasar secara lebih luas. Optimisme terhadap sektor semikonduktor juga mengangkat Qualcomm, yang memperkirakan penjualan segmen pusat datanya akan mencapai $15 miliar. Saham Qualcomm naik sekitar 8%.
BlackBerry (BB.US)
Perusahaan merilis proyeksi kinerja akhir tahun yang optimistis. Pendapatan diperkirakan didukung oleh belanja pembangunan infrastruktur, sehingga saham naik sekitar 7%.
Wendy's (WEN.US)
Saham Wendy's melanjutkan reli dari level valuasi rendah setelah kembali menjadi incaran investor ritel yang berharap saham ini menjadi meme stock berikutnya. Saham naik sekitar 10%.
IBM (IBM.US)
IBM memperkenalkan prototipe chip pertama dengan teknologi manufaktur di bawah 1 nanometer.
Apple (AAPL.US)
Apple menaikkan harga produknya dengan alasan kelangkaan chip memori, yang kini harus bersaing dengan kebutuhan pusat data AI. Pasar menilai kondisi tersebut berpotensi menekan margin keuntungan maupun penjualan perusahaan. Saham Apple turun sekitar 5%.
Data Ekonomi Amerika Serikat
Data ekonomi yang dirilis memberikan gambaran yang beragam.
- Inflasi PCE naik menjadi 4,1%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Data ini diperkirakan tidak akan banyak mengubah ekspektasi jalur suku bunga The Fed.
- Core PCE berada jauh lebih rendah dan telah menunjukkan stabilisasi lebih awal, mengindikasikan bahwa kenaikan inflasi saat ini kemungkinan bersifat sementara.
- PDB AS kuartal I tumbuh 2,1%, lebih tinggi dibanding perkiraan 1,6%.
- Pendapatan dan belanja pribadi masing-masing meningkat 0,7%.
- Klaim pengangguran awal tetap berada di atas 200 ribu, tetapi lebih rendah dari ekspektasi pasar.
- Di sisi lain, data belanja konsumen serta pesanan barang tahan lama tercatat jauh di bawah perkiraan dan menjadi perhatian investor.
Komoditas
Di sektor pertanian, kakao mencatat kenaikan hampir 5% akibat kekhawatiran terhadap prospek panen berikutnya di Afrika Barat. Komoditas energi juga menguat tipis.
Harga minyak naik sekitar 2% setelah penurunan besar sebelumnya. Meskipun Irak mengancam keluar dari OPEC untuk meningkatkan produksi, penurunan besar persediaan minyak AS berhasil menahan tekanan tersebut. Harga Brent kembali bergerak menuju $75 per barel.
Data ekonomi AS yang solid turut mendukung logam industri.
- Tembaga naik sekitar 2%.
- Di kelompok logam mulia, perak menguat lebih dari 1%.
IBM Kenalkan Chip 0,7 nm, Perkuat Prospek AI Jangka Panjang
Apple Naikkan Harga Produk, Biaya Memori AI Jadi Pemicu
Micron Lampaui Ekspektasi, Tapi Reli AI Masih Hadapi Risiko
US Open: Micron Melonjak, Nasdaq Tetap Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.