Penurunan Harga Besar: Reaksi terhadap Potensi Perdamaian yang Semakin Dekat
Informasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran memicu aksi jual tajam di pasar komoditas.
Harga minyak Brent turun signifikan ke bawah $100 per barel, kehilangan hampir 12%. Sementara itu, minyak WTI turun hampir 13% hingga berada di bawah $90 per barel.
Pemicu utama pergerakan ini adalah laporan dari kantor berita Axios yang menyebutkan adanya penyusunan memorandum satu halaman terkait kesepakatan kedua negara.
Berita utama yang disampaikan Bloomberg, yang disebut berasal dari level tertinggi pemerintahan AS, mengindikasikan bahwa kedua pihak akan mencabut blokade Selat Hormuz, sementara Iran akan berkomitmen menerbitkan moratorium terhadap pengayaan uranium lebih lanjut.
Amerika Serikat sendiri menegaskan bahwa keseluruhan kesepakatan nuklir akan dinegosiasikan di tahap berikutnya. Karena itu, apabila perdamaian benar-benar tercapai dalam beberapa puluh jam ke depan, bukan berarti volatilitas di pasar minyak otomatis berakhir.
Pergerakan turun saat ini sesuai dengan pola yang pernah terjadi pada era 1990-an. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa fase terburuk mungkin sudah berlalu, tetapi volatilitas masih berpotensi tetap sangat tinggi. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB
Kemajuan Diplomatik: Sinyal dari Washington dan Teheran
Data terminal informasi dan pernyataan para pejabat menunjukkan bahwa negosiasi kini berada dalam tahap yang sangat maju:
-
Donald Trump dan “Project Freedom”: Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social adanya kemajuan dalam negosiasi dan penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz guna memberi kesempatan finalisasi kesepakatan.
-
Akhir dari “Epic Fury”: Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan berakhirnya operasi militer “Epic Fury,” dengan klaim bahwa seluruh target operasi telah berhasil dicapai.
-
Sinyal dari Iran: Angkatan Laut Iran (IRGC) menyatakan akan menjamin jalur aman pelayaran melalui Selat Hormuz, yang menjadi kunci pembukaan kembali pasokan global. Namun, belum ada kejelasan apakah Iran akan mengenakan biaya atau syarat tertentu terkait akses tersebut.
Kesepakatan Final atau Sekadar Harapan Baru?
Meski optimisme pasar sangat tinggi, situasi sebenarnya belum sepenuhnya jelas. Saat ini kondisi lebih tepat disebut sebagai “fase verifikasi” dibanding akhir definitif dari konflik.
-
48 Jam Penentu: Amerika Serikat menunggu respons resmi Iran terhadap proposal terbaru dalam dua hari ke depan.
-
Masalah Logistik: Bahkan jika Selat Hormuz langsung dibuka kembali, lebih dari 1.550 kapal komersial masih terjebak di kawasan tersebut. Normalisasi penuh pasar minyak diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan, sementara untuk pasar gas kemungkinan memerlukan waktu lebih lama lagi.
-
Isu Nuklir Ditunda: Laporan terbaru menunjukkan bahwa kesepakatan nuklir komprehensif akan dinegosiasikan di tahap berikutnya. Artinya, “kesepakatan” saat ini terutama difokuskan pada penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur perdagangan global.
-
![]()
Minyak Brent kini turun cepat dan sedang menguji area moving average 50 sesi. Jika level ini ditembus, maka jalur menuju area $80–$85 per barel akan semakin terbuka.
Meski demikian, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa perang benar-benar berakhir dan perdamaian sudah sepenuhnya tercapai. Sumber: xStation5
Market Wrap: Iran Picu Tekanan Pasar Global
Konflik Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak
BREAKING: Iran menyerang kapal AS? Harga minyak melonjak
💶Industri Zona Euro: Pemulihan rapuh yang menutupi risiko stagflasi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.
