10.18 · 4 November 2026

Democrats Sementara Unggul, Trump Terancam Gridlock

Hasil awal pemilu midterm AS pada 3 November 2026 menunjukkan momentum bergeser ke Partai Demokrat (Democrats) setelah sejumlah kemenangan penting di Senat (Senate) dan Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives). Namun, perebutan kendali Kongres AS (Congress) belum selesai. Bagi Wall Street, pertanyaan terbesarnya adalah apakah Presiden Donald Trump masih akan memiliki dukungan legislatif untuk menjalankan agenda ekonominya selama dua tahun mendatang.

Democrats Raih Kemenangan Penting, tetapi Kendali Congress Belum Dipastikan

Democrats berhasil merebut kursi Senate dari North Carolina melalui Roy Cooper, yang mengalahkan kandidat Partai Republik (Republicans), Michael Whatley. Mereka juga mempertahankan dua kursi penting setelah Jon Ossoff memenangkan pemilihan kembali di Georgia dan Chris Pappas memenangkan kursi terbuka di New Hampshire.

Di House, Democrats mulai mencatatkan kemenangan dengan merebut kursi yang sebelumnya dikuasai Republicans di North Carolina dan New Jersey, meskipun penghitungan suara masih berlangsung di banyak distrik. Untuk menguasai House, Democrats membutuhkan 218 kursi, sementara di Senate mereka memerlukan 51 kursi untuk memperoleh mayoritas, dibandingkan 50 kursi bagi Republicans dengan dukungan suara penentu Wakil Presiden JD Vance.

​​​​​​​

Hasil sementara ini menunjukkan momentum yang menguntungkan Democrats, tetapi belum cukup untuk memastikan perubahan kendali Congress.

Jika Democrats Menguasai Congress, Gridlock Bisa Membatasi Agenda Trump

Karena Gedung Putih (White House) tetap berada di tangan Republicans, kemenangan Democrats di House saja atau di kedua kamar Kongres akan menciptakan kondisi divided government, yaitu ketika presiden dan setidaknya satu kamar Congress dikendalikan oleh partai berbeda. Kondisi ini dapat mempersulit Trump meloloskan paket pemotongan pajak baru, peningkatan belanja pemerintah, dan kebijakan fiskal lainnya yang membutuhkan persetujuan Congress.

Bagi pasar obligasi, berkurangnya peluang ekspansi fiskal tambahan berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap pertumbuhan defisit anggaran dan kebutuhan penerbitan obligasi pemerintah AS (Treasury). Namun, gridlock tidak otomatis memperbaiki kondisi fiskal AS, karena pembayaran bunga utang dan berbagai kewajiban belanja pemerintah tetap berjalan. Selain itu, negosiasi anggaran dan batas utang justru dapat menjadi lebih rumit.

Democrats juga berpeluang memperketat pengawasan terhadap pemerintahan dan perusahaan besar. Namun, kendali Congress tidak berarti seluruh agenda Trump akan terhenti. Kebijakan tarif, hubungan luar negeri, serta sejumlah keputusan eksekutif dan regulasi masih dapat dijalankan tanpa legislasi baru, meskipun tetap menghadapi batasan hukum.

Apa yang Harus Dipantau Investor Setelah Hasil Final?

Reaksi pertama yang perlu diperhatikan adalah pergerakan yield Treasury AS dan indeks dolar AS. Jika pasar menurunkan ekspektasi terhadap stimulus fiskal tambahan, tekanan terhadap yield obligasi jangka panjang berpotensi berkurang. Namun, arah akhirnya tetap dipengaruhi inflasi, kebijakan Federal Reserve (The Fed), serta kebutuhan pembiayaan utang pemerintah. Dolar AS juga tidak harus bergerak searah dengan yield karena persepsi risiko dan arus modal global dapat memberikan pengaruh yang berbeda.

Di pasar saham, sektor healthcare, financials, defense, energy, dan clean energy menjadi sektor yang layak dipantau karena perubahan komposisi Congress dapat mengubah prospek subsidi, belanja pemerintah, perpajakan, dan regulasi. Sementara itu, Big Tech dan perusahaan AI mungkin menghadapi pengawasan legislatif yang lebih ketat, khususnya terkait ekspansi data center. Meski demikian, pertumbuhan laba, permintaan AI, dan belanja modal kemungkinan tetap menjadi faktor yang lebih menentukan valuasi saham dalam jangka pendek.

Pada akhirnya, pemilu midterm AS 2026 akan menentukan seberapa besar ruang politik yang dimiliki Trump untuk menjalankan kebijakannya hingga akhir masa jabatan. Bagi investor, pertanyaan terpenting bukan apakah Democrats atau Republicans lebih baik bagi pasar saham, melainkan kebijakan mana yang menjadi lebih mungkin diterapkan, lebih sulit diwujudkan, atau tetap tidak berubah setelah komposisi Congress ditentukan.

4 November 2026, 11.55

Harga Minyak Anjlok, Risiko Lonjakan Brent dan WTI Belum Hilang

4 November 2026, 02.19

Daily Summary: Nasdaq Rebound 1,1% Jelang Pemilu AS!

3 November 2026, 19.13

Midterm AS: Gridlock atau Trifecta?

3 November 2026, 14.42

Kalender Ekonomi: Pemilu AS & Data JOLTS

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.