00.39 · 20 Agustus 2026

Dolar AS Turun ke Level Terendah Sejak Mei

Apa yang Mendorong Pergerakan Hari Ini?

Katalis utama berasal dari pengumuman US Treasury mengenai rencana menggandakan operasi buyback obligasi pemerintah AS jangka panjang.

Program tersebut bertujuan mendukung likuiditas dan akan mulai berlaku pada 9 September, setidaknya hingga 4 November.

Secara teknis, kebijakan ini bukan pelonggaran moneter karena kebijakan moneter berada di bawah kewenangan Federal Reserve. Namun, dari sudut pandang pasar, efeknya memiliki kemiripan.

Keputusan tersebut berarti likuiditas dolar di pasar meningkat, yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap mata uang AS.

Menurut pandangan kami, langkah ini juga dapat meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga oleh The Fed. Kenaikan suku bunga dapat dipandang sebagai alat penyeimbang.

Namun, saat ini belum terlihat reaksi besar dari pasar terhadap skenario tersebut. Probabilitas kenaikan suku bunga pada musim gugur masih dihargai di bawah 50%.

Yield obligasi turun cukup signifikan di seluruh kurva, dengan penurunan paling kuat terjadi pada tenor panjang.

  • Selama bertahun-tahun, terutama pada dekade kedua abad ke-21, yield obligasi berada pada level rendah. Yield Treasury 30 tahun berada di sekitar 3% dan tidak memberikan alternatif yang benar-benar menarik dibandingkan pasar saham.
  • Kondisi ini dikenal dengan istilah TINA, atau “there is no alternative”.
  • Sekarang situasinya berbeda. Banyak investor mulai mempertanyakan apakah masih menarik mengambil risiko di pasar saham ketika pemerintah AS menawarkan yield sekitar 5,3% untuk tenor 30 tahun.

Meski mengalami penurunan, yield obligasi masih berada dekat level tertinggi dalam beberapa tahun.

Untuk Treasury 30 tahun, jaraknya dari level tertinggi 19 tahun masih kurang dari 14 basis poin.

Konteks yang Lebih Luas

Keputusan US Treasury bukan satu-satunya faktor yang menekan dolar.

Dalam satu bulan terakhir, mata uang AS telah melemah lebih dari 3%. Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh perubahan besar dalam ekspektasi terhadap arah suku bunga Federal Reserve.

Investor telah mengurangi secara signifikan taruhan terhadap kenaikan suku bunga setelah serangkaian pernyataan yang kurang meyakinkan dari Chairman Warsh dan data ekonomi AS yang lebih lemah.

Penurunan tak terduga dalam jumlah pekerjaan baru, serta data inflasi yang sesuai atau sedikit lebih rendah dari ekspektasi, mendorong perubahan dalam skenario dasar pasar.

Kini, lebih dari 50% pasar memperkirakan kenaikan suku bunga baru akan terjadi pada Desember.

Pasar semakin yakin bahwa data ekonomi yang lebih lunak memberi waktu tambahan bagi komite untuk menilai dampak lonjakan harga energi terhadap perekonomian AS.

Apa Selanjutnya?

Saat ini, perhatian tertuju pada publikasi risalah pertemuan FOMC Juli yang dijadwalkan pukul 18:00.

Investor akan mencari petunjuk apakah The Fed berniat mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Ujian penting berikutnya bagi dolar akan datang minggu depan melalui publikasi inflasi PCE pada 26 Agustus.

Indikator ini bersifat tertinggal, tetapi secara historis menjadi salah satu ukuran inflasi yang paling diperhatikan FOMC dalam menentukan kebijakan moneter.

Namun, Kevin Warsh sempat menyampaikan pandangan skeptis terhadap indikator tersebut dan menyebut core PCE sebagai “scientific wild guess”.

Topik ini berpotensi kembali dibahas selama symposium Jackson Hole pada 27 hingga 29 Agustus, salah satu konferensi bank sentral terpenting tahun ini.

Setelah pertemuan The Fed terakhir, investor kemungkinan akan menantikan penjelasan yang lebih jelas dari Chairman Warsh mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

20 Agustus 2026, 01.14

Daily Summary: Yield Turun, Saham AS Pulih dan Emas Melonjak

19 Agustus 2026, 22.35

US Open: Yield Treasury Turun, Nasdaq Pulih dari Tekanan

18 Agustus 2026, 12.07

Market Wrap: AI Masih Kuat, Tapi Yield dan Minyak Mulai Menekan

13 Agustus 2026, 10.49

Stok AS Meledak, Brent Jatuh di Bawah US$88

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.