Musim earnings kuartal kedua mulai berlangsung dengan sentimen investor yang tetap sangat optimistis dan ekspektasi terhadap perusahaan-perusahaan Amerika Serikat berada di salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Analis saat ini memperkirakan perusahaan dalam indeks S&P 500 akan membukukan pertumbuhan laba sebesar 23,6% secara tahunan, meningkat tajam dari proyeksi pertumbuhan 18,8% pada akhir Maret.
Gelombang pertama laporan keuangan juga memperkuat tren kejutan earnings positif. Meskipun baru 4% perusahaan S&P 500 yang melaporkan hasil, sebanyak 89% berhasil melampaui estimasi EPS dan 72% mencatat pendapatan di atas ekspektasi.
Walaupun indeks diperdagangkan pada forward price-to-earnings ratio atau P/E sekitar 20,5, lebih tinggi daripada rata-rata lima dan sepuluh tahunnya, investor menilai musim earnings yang kuat dapat membenarkan valuasi Wall Street saat ini.
Musim Earnings Berpotensi Menghasilkan Kejutan Positif Lagi
Meskipun musim laporan kuartal kedua baru dimulai, pola historis menunjukkan bahwa analis sering kali meremehkan kemampuan perusahaan S&P 500 dalam menghasilkan laba.
Pasar saat ini memperkirakan pertumbuhan laba sekitar 23,6% secara tahunan. Angka tersebut sudah akan menjadi kuartal kedua berturut-turut dengan pertumbuhan earnings di atas 20%.
Jika pola historis kejutan earnings positif terus berlanjut, pertumbuhan laba aktual dapat melampaui 29% dan mencapai level tertinggi sejak kuartal keempat 2021.
-
Konsensus saat ini memperkirakan pertumbuhan laba S&P 500 sekitar 23,6% secara tahunan pada kuartal kedua.
-
Secara historis, tingkat pertumbuhan earnings keseluruhan cenderung meningkat sepanjang musim laporan karena sebagian besar perusahaan melaporkan hasil di atas ekspektasi analis.
-
Dalam 37 dari 40 kuartal terakhir, tingkat pertumbuhan laba final melampaui estimasi yang tersedia pada akhir kuartal. Tiga pengecualiannya adalah kuartal pertama 2020, kuartal ketiga 2022, dan kuartal keempat 2022.
-
Selama sepuluh tahun terakhir, perusahaan S&P 500 rata-rata melampaui estimasi EPS sebesar 7,4%, sementara sekitar 76% perusahaan melaporkan laba di atas konsensus.
-
Secara rata-rata, kejutan positif tersebut meningkatkan tingkat pertumbuhan earnings indeks sebesar 6,2 poin persentase selama musim laporan.
-
Jika rata-rata historis tersebut diterapkan, pertumbuhan laba kuartal kedua dapat meningkat dari sekitar 23,2% menjadi kurang lebih 29,4%.
-
Data dari lima kuartal terakhir dan empat kuartal terakhir menunjukkan potensi kenaikan yang lebih besar, dengan pertumbuhan earnings masing-masing sekitar 29,6% dan hingga 31,7%.
-
Bahkan skenario paling konservatif berdasarkan rata-rata historis tetap mengindikasikan pertumbuhan laba di atas 29% secara tahunan.
Laporan Awal Memperkuat Optimisme Investor
Rangkaian pertama laporan earnings menunjukkan bahwa musim laporan kali ini kembali berpotensi melampaui ekspektasi. Dari 18 perusahaan S&P 500 pertama yang telah melaporkan hasil kuartal kedua, sebanyak 89% berhasil melampaui estimasi EPS. Secara keseluruhan, laporan awal tersebut telah meningkatkan proyeksi pertumbuhan laba untuk seluruh indeks dari 23,2% menjadi 23,6%, bahkan sebelum mayoritas perusahaan mengumumkan hasilnya.
-
Sebanyak 89% perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan earnings berhasil melampaui estimasi konsensus EPS.
-
Laporan awal meningkatkan perkiraan pertumbuhan laba S&P 500 dari 23,2% menjadi 23,6%.
-
Jika laju kejutan positif yang serupa berlanjut dalam beberapa pekan mendatang, pertumbuhan laba final dapat mendekati atau bahkan melampaui 30%.
-
Investor tidak hanya akan memperhatikan hasil yang dilaporkan, tetapi juga panduan manajemen untuk paruh kedua tahun ini, terutama terkait belanja modal untuk AI, tekanan biaya, dan dampak kenaikan harga energi.
-
Musim earnings yang sangat kuat dapat memberikan dasar fundamental bagi valuasi Wall Street saat ini, terutama untuk perusahaan teknologi, semikonduktor, dan infrastruktur AI.

Sumber: FactSet
Daily Summary: Wall Street Naik, PPI AS Turun dan Big Tech Menguat
Saham Dell Anjlok 11%, Boom Infrastruktur AI Mulai Diragukan
US Open: Wall Street Naik, PPI Turun dan Minyak Menguat
Bisakah Micron Mengalahkan Nvidia sebagai Perusahaan Terbesar?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.