Harga emas kembali turun di bawah level psikologis $4.000 per troy ons dan masih terjebak di level terendah dalam 8 bulan. Logam mulia tersebut berada di bawah tekanan kuat akibat meningkatnya ekspektasi bahwa Amerika Serikat dapat kembali menaikkan suku bunga secara agresif. Volume perdagangan masih relatif terbatas karena pasar menunggu rangkaian data makroekonomi penting pekan ini. Sementara itu, tren turun teknikal emas saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan yang jelas.
Apa yang Mendorong Pergerakan GOLD Hari Ini
-
Dolar kembali melanjutkan reli:
US Dollar Index kembali menguat hari ini, dengan USDIDX naik 0,2%, sekaligus menghentikan koreksi singkat selama tiga hari terakhir.
Dolar AS saat ini bergerak di dekat level tertinggi dalam 14 bulan, didukung oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil langkah kebijakan yang lebih hawkish pada 2026.
Pasar swap kini memperhitungkan probabilitas hampir 70% untuk kenaikan suku bunga pada September. Kondisi ini memberikan tekanan besar pada aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia.
-
Yield obligasi naik dan menarik modal:
Yield US Treasury 10 tahun melonjak 10 basis poin dalam 24 jam terakhir, naik dari 4,36% pada awal sesi kemarin menjadi sekitar 4,46% saat ini.
Level tersebut sekitar 30 basis poin lebih tinggi dibandingkan Januari.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar obligasi pada dasarnya sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga AS, meskipun suku bunga resmi masih bertahan di kisaran 3,5%–3,75% sejak Desember 2025.
-
Kalender makro yang padat menahan minat beli:
Relief rally sementara yang terlihat pada awal pekan, didorong oleh proyeksi optimistis dari Goldman Sachs, mulai kehilangan tenaga akibat padatnya agenda data ekonomi.
Hari ini, Kevin Warsh dijadwalkan berbicara dalam ECB Central Banking Forum di Sintra.
Pasar akan mencermati apakah Ketua The Fed yang baru tersebut menanggapi komentar hawkish dari anggota FOMC lainnya, serta kebangkitan inflasi yang kembali berada di atas 4%.
Dengan data penting pasar tenaga kerja AS juga akan segera dirilis, permintaan spekulatif terhadap emas diperkirakan tetap tertahan sampai muncul sinyal arah baru yang lebih jelas.
Market Wrap: Futures AS Melemah Tipis, Nike Tertekan Usai Earnings
Daily Summary: Wall Street Tutup Kuartal Terbaik dalam Enam Tahun
Roll Yield Jadi Kunci Kinerja Komoditas 2026
Goldman Sachs Tetap Bullish Meski Harga Emas Terkoreksi Tajam
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.