Harga emas rebound sekitar 1,5% hari ini, bersamaan dengan pelemahan Dollar Index AS (USDIDX) dan koreksi harga minyak. Perak juga bergerak naik mengikuti emas, dengan kenaikan sekitar 2%. Logam mulia sebelumnya mengalami tekanan besar dalam beberapa sesi terakhir setelah pesan hawkish Kevin Warsh di Jackson Hole secara signifikan mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS.
Investor kini memperkirakan probabilitas mendekati 70% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada September.
- Pasar memperkirakan secara total sekitar 2,5 kali kenaikan suku bunga AS hingga Juni 2027, sementara proyeksi suku bunga The Fed untuk pertengahan 2027 telah naik menjadi sekitar 4,3%.
- Yield Treasury AS 10 tahun naik ke sekitar 4,8%, memberikan tekanan besar pada emas dan mendorong harga turun dari sekitar US$4.700 hingga menguji US$4.300 per ounce. Namun, hari ini emas mulai mencoba kembali bergerak di atas US$4.400.
- Tekanan terhadap yield tidak hanya berasal dari ekspektasi kebijakan The Fed, tetapi juga faktor struktural seperti besarnya penerbitan utang pemerintah AS, booming investasi AI, serta perubahan keseimbangan tabungan dan investasi global.
- Dalam jangka pendek, yield yang lebih tinggi dan prospek pengetatan moneter lanjutan tetap menjadi faktor negatif utama bagi harga emas.
- Pada saat yang sama, prospek jangka panjang emas tetap lebih konstruktif karena besarnya defisit fiskal AS, risiko kenaikan premi inflasi, serta terbatasnya ruang untuk melakukan pengetatan agresif ketika utang pemerintah berada pada level tinggi.
- Investor jangka panjang belum menunjukkan tanda-tanda kapitulasi. Kepemilikan emas dalam ETF masih berada dekat level tertinggi lokal di sekitar 98,95 juta ounce. Posisi spekulatif long pada futures emas juga mulai kembali meningkat di AS dan China.
- Dari perspektif teknikal, level penting yang perlu diperhatikan tetap berada pada yield Treasury AS 10 tahun di sekitar 4,81% dan 5%. Kenaikan lebih lanjut dapat mempertahankan tekanan terhadap emas.
- Skenario pemulihan emas yang lebih kuat dapat muncul jika data ekonomi AS terus berada di bawah ekspektasi. Data ISM dan JOLTS terbaru, serta laporan ADP hari ini, mengecewakan pasar, sementara penurunan harga minyak dari level saat ini juga dapat memberikan dukungan tambahan.
- Suku bunga yang lebih tinggi pada akhirnya dapat menyebabkan perlambatan ekonomi yang lebih nyata atau tekanan terhadap sektor keuangan, yang kemudian berpotensi memaksa The Fed kembali beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif.

Sumber: XTB Research
Emas Tertekan Yield AS: Koreksi Sementara atau Tren Baru?
Mondelez Redam Rally Cocoa, Pasar Mulai Ragukan Risiko Defisit
Wall Street Bukan Takut Resesi. Wall Street Takut Obligasi.
Market Wrap: Minyak Dekati Level 6 Minggu, Konflik AS-Iran Masih Membayangi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.