Harga emas berhasil menghentikan rangkaian penurunan tajam pada perdagangan hari ini setelah mengalami koreksi sebesar 8,8% sepanjang pekan. Kontrak futures emas sebelumnya menembus sejumlah area support penting dan kini diperdagangkan pada level terendah sejak November 2025, yaitu di sekitar US$4.080 per ons. Perbaikan sentimen risiko di pasar berhasil menunda pengujian level psikologis US$4.000. Namun, prospek suku bunga Amerika Serikat yang masih cenderung hawkish menunjukkan bahwa tekanan terhadap logam mulia kemungkinan masih akan berlanjut.

Emas masih berada di bawah tekanan jual yang sangat kuat setelah menembus beberapa area support utama secara beruntun. Level Fibonacci Retracement yang berhasil ditembus antara lain:
• 50% di US$4.670
• 61,8% di US$4.500
• 78,6% di US$4.250
Penembusan agresif terhadap area-area tersebut mendorong harga turun hingga US$4.085,64 dan membuka peluang pengujian level psikologis US$4.000. Indikator RSI turun ke level 26,1 yang menunjukkan kondisi oversold ekstrem. Meski kondisi tersebut dapat memicu rebound jangka pendek, tren dominan masih menunjukkan tekanan bearish.
Apa yang Menggerakkan Harga Emas Hari Ini?
-
Eskalasi Konflik AS-Iran. Gelombang baru serangan rudal dan drone di Timur Tengah kembali menghancurkan harapan pasar terhadap tercapainya gencatan senjata permanen. Meski demikian, harga minyak gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya. Minyak turun sekitar 2,6% setelah Amerika Serikat mengumumkan bahwa operasi militernya telah selesai. Donald Trump bahkan menyebut operasi tersebut sebagai "hukuman karena terlalu lama bernegosiasi". Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa gencatan senjata tidak lagi memiliki arti setelah terjadinya saling serang terbaru. Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa konflik berpotensi berlangsung lebih lama dan menciptakan ketidakpastian berkepanjangan. Kondisi ini juga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
-
Federal Reserve Tetap Hawkish. Data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) yang mencapai 4,2% secara tahunan semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya, kenaikan atau bertahannya suku bunga tinggi biasanya mengurangi daya tarik investasi pada logam mulia. Tekanan ini menjadi semakin besar mengingat harga emas masih berada di level yang relatif tinggi secara historis.
-
Dukungan dari Inflasi Inti yang Lebih Rendah. Meskipun inflasi utama kembali berada di atas level 4% dan memicu kekhawatiran pasar, data inflasi inti memberikan sedikit ruang bernapas bagi logam mulia. Core CPI bulanan hanya naik 0,2%, sementara Core CPI tahunan tercatat 2,9%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Data yang lebih moderat tersebut membantu menghentikan tekanan jual yang sangat agresif dalam beberapa hari terakhir. Namun untuk saat ini, faktor dominan yang menggerakkan pasar emas tetap berasal dari prospek suku bunga AS yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama. Selama ekspektasi tersebut belum berubah secara signifikan, peluang pemulihan emas diperkirakan masih akan terbatas.
Market Wrap: Pasar Pulih Meski Konflik AS-Iran Kembali Memanas
Daily Summary: Pasar Global Melemah Saat Trump Ancam Iran Lagi
Stok Minyak AS Turun Tajam, OPEC Cetak Produksi Terendah
Konflik Iran Bisa Berlarut, Apa Dampaknya bagi Minyak?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.