- Goldman Sachs has lowered its year-end gold price forecast to $4,900 per ounce amid expectations that the Federal Reserve will not cut interest rates.
- The bank had previously expected gold to end the year at $5,300 per ounce.
- The precious metal is extending losses that began after the Fed's policy meeting, falling to around $4,150 per ounce.
- Goldman Sachs has lowered its year-end gold price forecast to $4,900 per ounce amid expectations that the Federal Reserve will not cut interest rates.
- The bank had previously expected gold to end the year at $5,300 per ounce.
- The precious metal is extending losses that began after the Fed's policy meeting, falling to around $4,150 per ounce.
Harga emas bergerak lebih rendah di pasar global hari ini, sementara keputusan Goldman Sachs memangkas target harga emas menjadi US$4.900 per ons dinilai sejalan dengan kondisi pasar saat ini. Sentimen terhadap logam mulia terus melemah setelah reli spekulatif yang terjadi pada awal tahun. Setelah tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran, perhatian investor bergeser dari risiko geopolitik menuju arah kebijakan Federal Reserve dan penguatan dolar AS.
Akibatnya, emas kini berada di jalur penurunan mingguan ketiga secara berturut-turut.
Investor dengan cepat kembali mengadopsi skenario higher for longer untuk suku bunga Amerika Serikat. Meskipun Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya, komunikasi yang disampaikan setelah pertemuan terakhir dianggap bernada hawkish. Sejumlah anggota The Fed masih melihat peluang untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.
Perubahan ekspektasi tersebut mendorong:
- Kenaikan imbal hasil Treasury AS.
- Penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Lingkungan seperti ini biasanya kurang menguntungkan bagi emas. Tidak seperti obligasi atau instrumen pendapatan tetap lainnya, emas tidak memberikan imbal hasil sehingga menjadi relatif kurang menarik ketika aset berbunga menawarkan return yang lebih tinggi. Saat ini, pasar memperkirakan probabilitas lebih dari 80% bahwa Federal Reserve masih dapat menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun. Ekspektasi tersebut terus membatasi permintaan investasi terhadap logam mulia.
Ketidakpastian Geopolitik Belum Hilang Sepenuhnya
Faktor lain yang turut memengaruhi sentimen pasar adalah tertundanya negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran. Meskipun kesepakatan sementara antara kedua negara masih berlaku, mulai muncul pertanyaan mengenai ketahanan dan keberlanjutan perjanjian tersebut dalam jangka panjang. Di sisi lain, harga minyak sempat rebound pada Jumat. Namun secara mingguan, pasar energi masih berada di bawah tekanan. Harapan bahwa lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz dapat kembali normal secara bertahap telah mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendukung harga energi.
Tekanan Juga Terlihat di Pasar Logam Lain
Pelemahan tidak hanya terjadi pada emas. Beberapa komoditas logam lainnya juga mencatat penurunan:
- Perak turun sekitar 2%.
- Platinum melemah sekitar 1,5%.
- Tembaga juga bergerak lebih rendah.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor saat ini mengambil sikap yang lebih hati-hati terhadap sektor komoditas secara keseluruhan. Kondisi tersebut memperkuat sinyal bahwa tekanan pada emas bukan semata-mata disebabkan oleh faktor spesifik logam mulia, tetapi juga mencerminkan perubahan sentimen yang lebih luas di pasar.
Faktor Utama yang Menggerakkan Emas Saat Ini
Dalam jangka pendek, pergerakan emas masih sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama:
- Pergerakan dolar AS.
- Imbal hasil Treasury AS.
- Ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
Selama pasar masih memperkirakan suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama, ruang kenaikan harga emas kemungkinan tetap terbatas. Bagi investor, perubahan arah The Fed saat ini jauh lebih penting dibanding perkembangan geopolitik jangka pendek. Karena itu, selama dolar AS dan yield Treasury terus menguat, emas kemungkinan akan kesulitan membangun momentum bullish yang berkelanjutan meskipun ketidakpastian global masih belum sepenuhnya hilang.
Daily Summary: Wall Street Libur, Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus
US Closed: Wall Street Libur, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah
Kalender Ekonomi: Dolar Menguat, Likuiditas Pasar Menipis
Market Wrap: Wall Street Terkoreksi Saat Optimisme Mereda
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.