Harga minyak bergerak naik mendekati $95 per barel karena investor masih melihat sedikit tanda kemajuan konstruktif antara Amerika Serikat dan Iran terkait proposal gencatan senjata selama 10 hari.
Sebaliknya, Presiden Donald Trump memperingatkan Teheran bahwa setiap serangan berikutnya terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz akan dibalas dengan penghancuran “satu pembangkit listrik atau satu jembatan” di Iran.
Fakta Utama
- Presiden Trump mengatakan masyarakat Amerika mendukung kampanye militer tersebut meskipun tidak menginginkan kenaikan harga bensin. Ia menambahkan bahwa Iran memikul tanggung jawab penuh dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kematian tentara Amerika Serikat.
- Sementara itu, Axios melaporkan bahwa pembahasan sedang berlangsung mengenai kemungkinan pertemuan di Oval Office antara Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran tidak serius dalam mencapai kesepakatan dengan Washington.
- Pasar menafsirkan pernyataan tersebut sebagai bukti adanya perbedaan strategis yang mendalam antara kedua negara sekaligus sinyal bahwa eskalasi militer lebih lanjut masih sangat mungkin terjadi.
- Militer Amerika Serikat kini telah melancarkan serangan terhadap target militer Iran selama 11 malam berturut-turut.
- Pada saat yang sama, Washington kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko pasokan minyak global.
- Selain ketegangan di Teluk Persia, terminal CPC milik Rusia di Laut Hitam menghentikan penerimaan minyak dari Kazakhstan setelah kembali terjadi serangan terhadap kapal tanker.
- Gangguan tersebut menambah kekhawatiran mengenai pasokan minyak mentah global dan stabilitas pasar dalam jangka lebih panjang.
Emas Naik, Pasar Harapkan Gencatan Senjata
Rally Minyak Menguat di Tengah Konflik
Market Wrap: Nasdaq Naik, Minyak Brent Tembus $92
Daily Summary: Nasdaq Naik 2%, Saham Teknologi Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.