09.36 · 2 September 2026

Emas Tertekan, Tapi Bank Sentral Justru Makin Agresif Membeli

Kenaikan harga minyak memberikan tekanan pada pasar logam mulia hari ini, dengan emas turun hampir 1,5% dan perak melemah mendekati 2,5%. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan kenaikan yield obligasi dan meningkatnya ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga yang lebih cepat di Amerika Serikat.

Volatilitas berpotensi meningkat sore ini ketika data JOLTS dan ISM Manufacturing AS dirilis pada pukul 15:00 GMT. Data yang lebih lemah dapat memberikan dukungan bagi logam mulia, sementara angka yang lebih kuat disertai indeks harga manufaktur yang tinggi secara teori dapat menguntungkan pihak penjual.

  • Pelemahan emas mulai terlihat setelah komentar Kevin Warsh pada akhir pekan kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai arah suku bunga AS ke depan.
  • Meski menghadapi tekanan jangka pendek dari kenaikan yield dan ekspektasi Fed yang lebih ketat, permintaan struktural jangka panjang terhadap emas tetap sangat kuat.
  • Berdasarkan data terbaru World Gold Council, bank sentral melakukan pembelian bersih 289 ton emas pada Q2, lebih dari lima kali lipat dibandingkan 57 ton pada Q1 dan menjadi angka tertinggi yang pernah tercatat untuk kuartal kedua.
  • Survei WGC menunjukkan bahwa 45% bank sentral berencana terus meningkatkan cadangan emas mereka dalam 12 bulan ke depan.
  • Pembelian tersebar cukup luas secara geografis, menunjukkan bahwa permintaan tidak hanya bergantung pada satu atau dua pembeli besar.
  • People’s Bank of China meningkatkan cadangan emasnya sebesar 20 ton pada Juli menjadi rekor 2.377,5 ton. Secara total, China telah menambah 60 ton sepanjang 2026.
  • Polandia bahkan lebih agresif, dengan menambah cadangan emas sebesar 82 ton sepanjang tahun ini menjadi 632 ton.
  • Bahkan ketika harga mengalami koreksi, emas tetap mendapat dukungan dari permintaan institusional yang sangat kuat dari bank sentral.

 

2 September 2026, 09.35

Daily Summary: Wall Street Tertekan, Konflik AS-Iran Kembali Memanas

2 September 2026, 09.13

Market Wrap: Wall Street Tertekan, Minyak Naik dan Risiko Fed Kembali Membesar

31 Agustus 2026, 15.51

Minyak Kembali Dikuasai Geopolitik, WTI Bidik US$90

31 Agustus 2026, 13.58

Kalender Ekonomi: Pasar Waspadai The Fed, Inflasi, dan Harga Minyak

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.