EURUSD melemah hampir 0.1% setelah rilis proyeksi inflasi terbaru dari ECB.
Menurut survei terkini, proyeksi inflasi diturunkan sebesar 0.2 poin persentase untuk 2025 (dari 2.2% menjadi 2%) dan 2027 (dari 2% menjadi 1.8%). Selain itu, tarif diperkirakan akan menyebabkan penurunan inflasi sebesar 0.06% dalam periode 2025–2026, tanpa dampak jangka panjang yang signifikan.
Tidak adanya tekanan deflasi yang mencolok diharapkan akan menggeser fokus ECB ke arah risiko pertumbuhan ekonomi yang lemah. Namun, penting dicatat bahwa tidak seperti The Fed, ECB tidak memiliki mandat ganda—tujuan tunggalnya adalah menjaga stabilitas harga.
Anggota ECB Gediminas Šimkus juga menanggapi pencapaian target inflasi, dengan menyatakan bahwa “inflasi diperkirakan tetap berada di 2% dalam jangka menengah.” Proyeksi terbaru ini menegaskan bahwa ECB merasa nyaman dengan level harga saat ini, meskipun skenario tarif yang lebih buruk dapat memicu kembali dorongan untuk pemangkasan suku bunga.
EURUSD telah menembus ke bawah rata-rata pergerakan eksponensial 30 jam (EMA30, ungu muda). Sumber: xStation5
Kalender Ekonomi: Pidato bank sentral dan laba Tesla menjadi fokus
Market wrap π½Indeks di Wall Street terus naik seiring perpanjangan gencatan ASβIran
US Open: Makro menguat, ketegangan mereda
BREAKING: Penjualan AS di atas ekspektasi!
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.