Laporan dari The New York Times mengungkap bahwa Presiden AS Donald Trump disebut-sebut telah menyiapkan dokumen yang berpotensi digunakan untuk mencoba memberhentikan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Menyusul kabar yang masih belum terkonfirmasi ini, dolar AS langsung melemah, karena langkah seperti ini dikhawatirkan tidak hanya akan merusak kepercayaan investor asing terhadap sistem keuangan AS, tetapi juga mengganggu kebijakan moneter Federal Reserve, apalagi setelah Trump berulang kali mendesak pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan terakhir.
Hukum di AS menetapkan banyak batasan hukum terkait upaya Presiden untuk mencopot Ketua The Fed. Dalam kasus Powell, Trump kemungkinan akan menggunakan dalih “gross incompetence” (ketidakmampuan berat) sebagai pembenaran. Trump sudah sering melontarkan kritik kepada Powell, menuduhnya gagal memangkas suku bunga dan menyatakan bahwa suku bunga seharusnya sudah diturunkan jauh lebih awal, karena menurutnya tingkat saat ini justru memberatkan ekonomi AS.
Pasca laporan NYT, harga emas naik lebih dari 1%, pasangan EURUSD menguat hampir 0,7%, dan futures USD Index (USDIDX) mengalami penurunan. Volatilitas di Wall Street juga meningkat, walaupun reaksi pasar terpantau masih terkendali dan belum menunjukkan gejolak besar. Prospek percepatan pemangkasan suku bunga di AS secara teori bisa memperbaiki kondisi pertumbuhan pasar saham dan mendorong pergeseran ke aset berisiko.
EURUSD (H1 chart interval)
Sumber: xStation5
BREAKING: JOLTS AS Lampaui Ekspektasi, Pasar Tenaga Kerja Tetap Kuat
Kalender Ekonomi: Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi dan JOLTS
Market Wrap: Pasar Waspada Usai Pembicaraan AS-Iran Terhenti
BREAKING: ISM AS Melonjak, Tekanan Harga Mulai Mereda
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.