Baca selengkapnya
00.50 ยท 8 April 2026

Fed Goolsbee memperingatkan risiko stagflasi di AS ๐Ÿ“Š

Pernyataan dari Austan Goolsbee dari Chicago Federal Reserve menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di dalam The Fed mengenai potensi kembalinya tekanan inflasi, terutama dalam konteks kenaikan harga minyak.

  • Menurutnya, situasi saat ini menyerupai guncangan stagflasi klasik, yang menggabungkan kenaikan biaya energi dengan risiko perlambatan ekonomi. Yang paling mengkhawatirkan adalah kemungkinan terjadinya resesi stagflasi, yang disebut Goolsbee sebagai skenario terburuk. Kenaikan harga bahan bakar, terutama menuju $5 per galon, dapat semakin mengganggu rantai pasokan dan mendorong tekanan biaya secara luas di seluruh ekonomi.

  • Goolsbee menekankan bahwa inflasi dapat “melonjak kembali” jika faktor-faktor sisi penawaran saat ini terus berlanjut. Ia juga mencatat bahwa risiko utama terletak pada akumulasi guncangan harga - baik yang baru berasal dari pasar energi maupun yang sebelumnya terkait, antara lain, dengan kebijakan perdagangan.

  • Dari perspektif kebijakan moneter, pesan Goolsbee jelas bersifat hati-hati dan menunjukkan tingginya ketidakpastian mengenai arah ekonomi ke depan. Ia menegaskan bahwa The Fed berada dalam posisi yang tidak nyaman, tanpa panduan historis yang jelas mengenai respons optimal. Pasar tenaga kerja tetap stabil, namun tidak memberikan dukungan kuat terhadap pertumbuhan, sementara rendahnya tingkat perekrutan dan pemutusan hubungan kerja meningkatkan ketidakpastian terhadap aktivitas di masa depan.

  • Pada saat yang sama, terdapat kekhawatiran yang semakin besar bahwa inflasi yang persisten dapat mengakar dalam ekonomi, sehingga lebih sulit dikendalikan di masa depan. Goolsbee juga menyoroti pentingnya independensi The Fed, menekankan bahwa institusi tersebut tidak boleh dipengaruhi oleh ekspektasi pasar maupun tekanan politik. Secara keseluruhan, pernyataannya sejalan dengan narasi yang lebih luas mengenai meningkatnya sensitivitas ekonomi AS terhadap guncangan sisi penawaran dan terbatasnya ruang untuk tindakan kebijakan moneter yang cepat dan tegas.

Mengingat risiko stagflasi, prospek kenaikan indeks dolar AS tampak mungkin - namun tidak pasti. Arah pergerakan ini dapat bergantung pada ketahanan ekonomi global lainnya, serta sejauh mana konsumen AS bersedia menyerap kenaikan harga tanpa secara signifikan mengurangi konsumsi. Jika skenario tersebut secara bertahap terwujud dan ekonomi kembali menunjukkan ketahanan, indeks dolar dapat secara berkelanjutan bergerak kembali di atas level 100.

1 Mei 2026, 12.00

Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru, Apple Jadi Sorotan

1 Mei 2026, 00.42

Wall Street Dekati Rekor, Pasar Global Menguat

30 April 2026, 12.55

Market Wrap: Wall Street Waspada, AI & The Fed Jadi Fokus

30 April 2026, 02.22

Divergensi Wall Street Usai The Fed Hawkish

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.