Ferrari (RACE.US) baru saja meluncurkan mobil listrik penuh pertamanya, model Luce, yang dirancang bekerja sama dengan Jony Ive, mantan kepala desain Apple.

Model Luce yang Ditampilkan di Website Ferrari. Sumber: Ferrari Investor Relations
Masalahnya sederhana. Luce terlihat seperti sesuatu yang tampaknya tidak diinginkan oleh penggemar Ferrari. Di platform X, pengguna membandingkan mobil seharga €550.000 tersebut dengan Nissan Leaf senilai $30.000. Salah satu komentar menyebut mobil itu terlihat seperti “Fiat Panda versi limusin”. Pengguna lain bahkan bertanya apakah interior Luce bisa dibeli tanpa bodinya. Beberapa pengguna mulai membuat ulang desain mereka sendiri menggunakan ChatGPT dan Grok. Hampir semua hasilnya terlihat lebih rendah, lebih tajam, dan lebih menyerupai Ferrari klasik. Bahkan mobil listrik asal China mendapat ulasan lebih baik dalam berbagai perbandingan tersebut. Di atas kertas, mobil ini sebenarnya sangat impresif. Luce menggunakan empat motor listrik dengan total tenaga lebih dari 1.000 hp, akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,5 detik, jarak tempuh sekitar 530 km, serta arsitektur 880V dengan kemampuan fast charging 350 kW. Interiornya juga merepresentasikan filosofi desain Jony Ive melalui kombinasi metal dan kaca. Ferrari menggunakan tombol fisik alih-alih layar sentuh, setir yang dibuat dari 19 bagian aluminium daur ulang, serta kunci unik dengan layar E Ink yang akan “menghilang” dan menyatu dengan dashboard setelah dimasukkan ke ignition. Jony Ive menyatakan bahwa layar sentuh di mobil “tidak pernah terpikirkan olehnya” karena membuat pengemudi harus melihat tangan mereka, bukan jalan. Para reviewer otomotif mengakui bahwa interior mobil ini sangat inovatif. Namun pasar membeli dengan mata, bukan hanya spesifikasi.

Investor tampaknya khawatir terhadap sesuatu yang lebih besar dibanding sekadar desain mobil. Nilai Ferrari selama ini berasal dari statusnya sebagai Ferrari. Brand tersebut dibangun di atas DNA balap, suara mesin khas, dan filosofi tanpa kompromi. Luce menjadi sedan lima penumpang pertama dalam sejarah perusahaan. Mobil ini memiliki bobot lebih dari 2.300 kg dan menyasar pelanggan baru di kawasan Skandinavia, California, dan dalam jangka panjang China. Di satu sisi, langkah ini terdengar seperti ekspansi pasar. Namun pasar melihatnya berbeda. Investor khawatir Ferrari justru mengikis eksklusivitas yang selama ini menjadi alasan utama valuasi premiumnya. Faktor paling penting ke depan adalah bagaimana respons pelanggan di kawasan EMEA dan Amerika, yang selama ini menjadi inti utama penjualan Ferrari. Sumber: Ferrari Investor Relations

Keputusan Ferrari terlihat semakin berani karena sebagian besar industri otomotif justru bergerak ke arah berbeda. Lamborghini membatalkan rencana mobil listrik penuh dan kembali fokus ke hybrid. Porsche juga mulai mengurangi target EV setelah lemahnya permintaan di China dan AS. Jaguar sebelumnya telah mengalami krisis citra akibat rebranding kendaraan listriknya. Ferrari kini bergerak melawan arus. Namun mengingat satu dari empat mobil yang terjual secara global saat ini merupakan EV, termasuk hybrid, langkah ini juga dapat menjadi ceruk bisnis yang menguntungkan bagi brand asal Maranello tersebut di masa depan. Sumber: Statista
CEO Benedetto Vigna menegaskan bahwa Luce menandai “babak baru dalam sejarah perusahaan” dan bahwa setiap mesin “memiliki suaranya masing-masing”. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan, keputusan ini akan dianggap sebagai langkah strategis visioner. Namun untuk saat ini, pasar menunjukkan respons negatif, dan level tertinggi 52 minggu di $519 terasa seperti kenangan dari era yang berbeda.
Ferrari (RACE.US) sedang mencoba breakout dari downtrend line jangka pendek, namun pergerakan saat ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut sebelum dapat dianggap sebagai valid breakout. Selama harga belum mampu closing kuat di atas garis trendline tersebut, peluang pullback menuju area support $334–$340 masih terbuka, meskipun struktur bullish jangka pendek masih relatif terjaga selama harga tidak membentuk lower low baru. Sumber: xStation5
Johnson & Johnson Naikkan Guidance, Risiko Litigasi Membayangi
Kalender Ekonomi: Pasar Fokus ke Risiko Geopolitik
Market Wrap: Minyak Rebound Saat Risiko Timur Tengah Naik
Uber Siapkan Akuisisi Delivery Hero €10 Miliar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.