14.29 · 26 Mei 2026

Johnson & Johnson Naikkan Guidance, Risiko Litigasi Membayangi

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • JNJ melampaui ekspektasi pasar dengan pendapatan Q1 mencapai $24,1 miliar.
  • DARZALEX dan bisnis onkologi menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan.
  • Guidance FY2026 dinaikkan dengan target pendapatan $100,8 miliar.
  • Litigasi talc masih menjadi tekanan besar dengan ribuan kasus yang belum selesai.

 

Pertumbuhan Onkologi Kuat Mengatasi Penurunan STELARA

Johnson & Johnson (JNJ) melampaui ekspektasi analis dengan pendapatan Q1 sebesar $24,1 miliar, naik 9,9% secara tahunan (YoY), didorong oleh pertumbuhan operasional sebesar 6,4%. Laba per saham disesuaikan sebesar $2,70 berhasil mengalahkan konsensus pasar di $2,66. Perusahaan menaikkan guidance tahun penuh menjadi pendapatan $100,8 miliar dan EPS sebesar $11,55. Kedua proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 7% pada titik tengah estimasi.

DARZALEX mencapai tingkat penjualan tahunan sebesar $4 miliar dengan pertumbuhan 18%. Sementara itu, ICOTYDE, obat oral baru untuk psoriasis, berhasil menghasilkan 1.500 resep hanya dalam beberapa minggu setelah peluncuran. Dividen juga dinaikkan sebesar 3,1%. Ini menandai kenaikan dividen tahunan ke-64 secara berturut-turut. Segmen MedTech menyumbang pendapatan sebesar $8,6 miliar dengan pertumbuhan 7,7%, meskipun STELARA terus mengalami penurunan akibat meningkatnya persaingan biosimilar.

Litigasi Talc Tetap Risiko Signifikan

Meskipun kinerja operasional tetap kuat, JNJ masih menghadapi tekanan dari litigasi talc yang terus berlanjut. Pada Februari 2026, juri di Philadelphia menjatuhkan putusan sebesar $250.000 terkait kematian akibat kanker ovarium setelah penggunaan bedak bayi berbasis talc. Sebelumnya, pada Desember 2025, juri di Baltimore memberikan putusan sebesar $1,5 miliar, meskipun nilai ganti rugi punitif kemudian dikurangi menjadi $16 juta. Sekitar 67.000 kasus talc masih tertunda dalam litigasi multidistrict, dengan proses pengadilan bellwether diperkirakan berlanjut sepanjang 2026. Perusahaan mencatat biaya terkait talc sebesar $0,3 miliar pada Q1 2026. Meski mekanisme kebangkrutan memberikan perlindungan terhadap kewajiban katastropik, rangkaian putusan juri yang konsisten tetap menunjukkan risiko berkelanjutan terhadap reputasi merek dan biaya litigasi perusahaan.

Analisa Teknikal

 

Dari perspektif teknikal, harga saham JNJ membentuk pola downtrend channel sejak Januari 2026. Level breakout penting berada di area $236,50, yang ditandai oleh garis tren kuning putus-putus. Penutupan harga di atas level tersebut disertai peningkatan volume dapat mengonfirmasi penyelesaian pola cup-and-handle. Kondisi tersebut juga membuka peluang menuju all-time high di area $250 hingga $255. Level support berada di $232 dan $221. Sementara itu, level invalidasi berada di bawah $220. Sumber: xStation5

26 Mei 2026, 13.39

Kalender Ekonomi: Pasar Fokus ke Risiko Geopolitik

26 Mei 2026, 13.16

Market Wrap: Minyak Rebound Saat Risiko Timur Tengah Naik

25 Mei 2026, 16.30

Uber Siapkan Akuisisi Delivery Hero €10 Miliar

22 Mei 2026, 21.20

US OPEN: Wall Street Dekati Rekor Baru di Tengah Euforia AI

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.