Baca selengkapnya
15.58 · 28 Juli 2025

Fokus Pasar: Fed, NFP, & UE-AS

Berita besar di akhir pekan ini adalah kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Seperti biasa, jika Donald Trump yang menjadi perantara kesepakatan, biasanya hanya ada satu pemenang: AS. Ekspor UE ke AS kini akan dikenakan tarif sebesar 15%, sementara UE berkomitmen untuk berinvestasi sebesar $600 miliar di AS dan membeli produk energi AS senilai $250 miliar per tahun selama tiga tahun ke depan, termasuk juga pembelian perlengkapan militer AS. Di sisi lain, ini bisa saja lebih buruk bagi UE—tarif 15% adalah setengah dari ancaman tarif 30% yang dilontarkan Trump awal bulan ini.

 

Keuntungan untuk sektor farmasi di UE

Reaksi pasar cukup positif. Saham-saham Eropa naik seiring munculnya reli kelegaan. Kepastian tentang hubungan dagang dengan AS memberikan dampak besar bagi pasar keuangan. Saham-saham mewah seperti Hermes dan LVMH, saham farmasi, energi, dan perusahaan semikonduktor mencatat kenaikan di awal pekan ini. Kemenangan terbesar datang dari sektor farmasi. Pada Minggu pagi, belum jelas apakah sektor ini termasuk dalam kesepakatan. Namun, pejabat dari kedua pihak telah mengonfirmasi bahwa ekspor farmasi juga termasuk dalam skema tarif 15%.

Sektor kesehatan menjadi sektor dengan performa terbaik kedua di indeks Eurostoxx 50 dan naik 1,5% pada hari Senin. Di Jerman, indeks DAX tertinggal dari indeks utama Eropa, hanya naik 0,4%. Saham perusahaan otomotif seperti Volkswagen dan BMW melemah, meskipun tarif mobil turun dari 25% ke 15%—masih dipertanyakan apakah angka ini cukup rendah. Saham sektor pertahanan juga tertekan, setelah UE berkomitmen membeli peralatan militer AS; Rheinmetall menjadi saham terlemah di DAX pagi ini.


Kesepakatan belum final sampai disetujui semua negara anggota

Kesepakatan ini masih berpotensi mendapat tekanan. Negara-negara anggota UE harus menyetujui perjanjian ini. PM Italia menyatakan masih perlu mengkaji detailnya, sementara Menteri Urusan Eropa Prancis menilai kesepakatan ini tidak seimbang. Trump sendiri sempat mengisyaratkan bahwa tidak akan ada tarif balasan atas ekspor AS ke UE, namun Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menepis klaim ini dan menyatakan tarif balasan akan tetap diberlakukan pada sebagian produk AS. Oleh karena itu, reli pasar bisa melemah ketika detail kesepakatan ini dikaji lebih dalam dalam beberapa hari ke depan.
 

Dalam kesepakatan dagang, hanya ada satu pemenang

Indeks FTSE 100 tertinggal sejauh ini, sementara saham-saham Eropa menjadi sorotan. Futures pasar saham AS juga mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi. Kesepakatan dagang dengan UE dan Jepang, serta janji investasi besar ke AS, bisa memperkuat posisi ekonomi AS dan pasar sahamnya untuk sisa tahun ini. Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi akhir pekan lalu dan berpotensi melanjutkan kenaikan pada Senin. Saat ini, laporan keuangan yang kuat, volume transaksi besar, dan data ekonomi positif menjadi pendorong utama penguatan pasar AS. Dalam sebulan terakhir, S&P 500 naik 3,5% dibanding kenaikan 1,4% di Eurostoxx 50.

 

Pelemahan euro menandakan kekhawatiran atas kesepakatan dagang

Menariknya, euro melemah hari ini meskipun ada euforia dagang. Euro menjadi salah satu mata uang terlemah di G10 pada Senin, sementara dolar AS menguat secara luas. Pelemahan euro bisa menandakan bahwa pasar valuta asing (FX) kurang antusias terhadap kesepakatan ini dibanding pasar saham. Ini juga menjadi simbol perubahan relasi dagang AS–Eropa, di mana ketidakseimbangan baru bisa berdampak negatif terhadap zona euro.

 

Investor institusi yang bearish perlu mengejar sentimen investor ritel

Di berita perdagangan lainnya, AS dan China kembali memulai perundingan perdagangan hari ini. Namun, bukan hanya perdagangan yang menggerakkan pasar. Minggu ini ada rapat The Fed, puncak musim laporan keuangan kuartal II, dan data ekonomi penting seperti laporan tenaga kerja NFP pada Jumat. Nada positif dari berita ekonomi, korporasi, dan perdagangan mendorong reli pasar saham yang makin menguat memasuki pertengahan tahun. Saham-saham AS mulai mengejar performa pasar Eropa. Beberapa pihak menyebut pasar sedang bubble karena banyak investor ritel membeli saham teknologi dan meme stocks, namun kami menilai bahwa investor institusi yang sebelumnya bearish kini harus mengejar ketertinggalan.

 

Mengapa sentimen pasar tetap positif

Sebagian besar ekonomi besar kini telah mencapai kesepakatan dagang dengan AS, sehingga risiko utama bagi ekuitas telah tersingkir. Ketidakpastian tarif kini bukan lagi penghalang momentum pasar saham. Rapat FOMC pekan ini kemungkinan tidak akan menghasilkan perubahan kebijakan, laporan keuangan big tech diperkirakan tetap solid, dan laporan NFP tidak menunjukkan pelemahan tenaga kerja akibat tarif—setidaknya untuk saat ini.
 

Minggu ini merupakan minggu penting untuk pasar, berikut 3 agenda penting minggu ini:

  1. Rapat FOMC: tarik-ulur politik di dalam The Fed
    No change in interest rates is expected on Wednesday, although there could be a contentious debate at the Fed as FOMC members argue about where rates should go in the future. President Trump is putting Fed chair Jerome Powell under intense pressure to cut rates; however, this has been resisted as the Fed waits to see the impact of tariffs on prices. There is virtually no chance of a rate cut at this week’s meeting, however, there is a 62% chance of a cut in September, and the market will be parsing the Fed statement and Chairman Powell’s press conference to ratify this view.
    Beberapa anggota FOMC mungkin akan memilih untuk memangkas suku bunga, termasuk Christopher Waller, yang menjadi kandidat kuat pengganti Powell tahun depan. Ia telah menyuarakan perlunya pemangkasan karena potensi pelemahan pasar tenaga kerja. Namun, perbedaan pendapat yang mendukung pemangkasan suku bunga juga bisa dilihat sebagai manuver politik—sebagian anggota mungkin melakukannya demi menarik simpati Presiden Trump agar terpilih sebagai ketua berikutnya.
    Data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, serta kesepakatan dagang yang menurunkan beban tarif, dapat meredakan kekhawatiran akan dampak inflasi dari kebijakan perdagangan AS—yang membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September. Kami juga memperkirakan fokus konferensi pers Powell akan lebih banyak membahas hubungannya dengan Donald Trump, ketimbang arah kebijakan moneter ke depan. Oleh karena itu, kemungkinan tidak akan banyak headline penting dari rapat minggu ini. Namun, nada yang lebih lunak terkait prospek inflasi dapat meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga di bulan September, sekaligus menekan dolar AS—yang sejauh ini menjadi mata uang G10 dengan performa terbaik bulan ini.

  2. Laporan Keuangan: Big Tech jadi sorotan
    Musim laporan keuangan kuartal kedua telah berjalan sepertiga jalan, dan sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan. Jumlah perusahaan di indeks S&P 500 yang melaporkan earnings surprise positif berada di atas rata-rata, menurut data dari FactSet, meskipun besarnya kejutan laba tersebut masih di bawah rata-rata historis. 
    Jika tren positif ini berlanjut dalam beberapa minggu ke depan, maka laju pertumbuhan laba S&P 500 bisa meningkat, mengingat tingkat pertumbuhan laba tahunan (YoY) saat ini berada di level terendah sejak kuartal pertama 2024. Sektor keuangan dan komunikasi menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan laba agregat S&P 500 sejauh ini di Q2. Sementara itu, sektor kesehatan dan energi menjadi yang paling tertinggal. Pertumbuhan pendapatan di berbagai sektor juga menunjukkan hasil positif sejauh ini, yang mengalahkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS dan global. Ini juga menandakan bahwa perusahaan-perusahaan swasta cukup tangguh menghadapi ancaman tarif. Kini setelah ketegangan tarif mereda, pertumbuhan pendapatan berpeluang menguat hingga akhir tahun.

    Minggu ini, laporan keuangan dari Apple, Amazon, Microsoft, dan Meta akan menjadi sorotan utama. Rencana belanja untuk pengembangan AI akan menjadi fokus utama para investor. Meta masih terus menggelontorkan dana besar untuk AI, sementara Alphabet pekan lalu mengumumkan lonjakan belanja modal (capex) untuk pusat data dan pengembangan teknologi AI-nya. Sejauh ini, saham-saham teknologi mendapat ganjaran atas kinerja yang melebihi ekspektasi. Saham Google melonjak 4% pekan lalu dan telah naik 15% selama sebulan terakhir, saat saham teknologi memimpin penguatan pasar AS. Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 bahkan mencetak rekor tertinggi baru pekan lalu.

  3. Data ketenagakerjaan: ujian bulanan untuk kekuatan pasar tenaga kerja ASData terbaru pasar tenaga kerja AS akan menjadi penutup minggu ini. Pasar memperkirakan angka payrolls untuk bulan Juli berada di kisaran 109 ribu menurut estimasi ekonom Bloomberg, turun dari 147 ribu pada bulan Juni. Tingkat pengangguran diperkirakan sedikit naik menjadi 4,2% dari 4,1% bulan lalu. Sementara itu, pertumbuhan upah tahunan juga diproyeksikan naik tipis menjadi 3,8%.
    Beberapa analis memperkirakan adanya peningkatan payrolls yang jauh lebih besar untuk bulan Juli, dengan ekspektasi bahwa laporan minggu ini akan kembali menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang solid. Sejumlah faktor saat ini menopang kekuatan pasar tenaga kerja AS, termasuk penurunan yang lebih kecil pada payrolls pemerintah seiring berakhirnya efisiensi birokrasi Doge, peningkatan perekrutan di sektor konstruksi, serta lonjakan lapangan kerja di sektor transportasi dan logistik karena arus perdagangan kembali pulih seiring meredanya ketegangan tarif.
    Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang sebelumnya memperkirakan ekonomi AS akan melemah perlu menyesuaikan kembali pandangan mereka, karena ketahanan ekonomi AS justru membuka jalan bagi penguatan pasar saham AS memasuki paruh kedua tahun ini.

     
28 Februari 2026, 01.56

Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (27.02.2026)

28 Februari 2026, 01.51

Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?

28 Februari 2026, 00.39

Jane Street: Market Maker Legendaris di Meja Hijau

27 Februari 2026, 22.14

US Open: Kenaikan Minyak & PPI Tekan Wall Street 📉

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.