01.32 · 18 Juni 2026

FOMC Tahan Suku Bunga, Dot Plot Hawkish

FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75% melalui keputusan yang disetujui secara bulat dalam pertemuan hari ini.

Dolar AS sempat melemah tajam (-0,4%), begitu pula indeks saham utama AS, dengan S&P 500 turun 0,5%, terutama akibat Dot Plot yang jauh lebih hawkish dari ekspektasi pasar.

Gambar 1: Dot Plot FOMC (2026–2028+)

Sumber: FOMC, 17.06.2026

Gambar 2: Dot Plot FOMC [Juni vs. Maret] (2026)

Sumber: FOMC, 17.06.2026

Kami juga melihat revisi naik yang cukup signifikan terhadap proyeksi inflasi inti PCE (di luar makanan dan energi), yang kini diperkirakan mencapai 3,6% pada tahun ini.

Gambar 3: Proyeksi The Fed (2026–2028+)

Source: FOMC, 17.06.2026

Konferensi pers pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada awalnya tidak terlalu bernada dovish. Banyak informasi baru disampaikan, termasuk pembentukan sejumlah "working groups" yang akan bertugas mengkaji berbagai perubahan kebijakan dan proses internal.

Namun, Warsh menegaskan bahwa intensitas informasi seperti ini kemungkinan tidak akan menjadi hal yang rutin. Ia juga menyoroti bahwa The Fed akan menghentikan penggunaan forward guidance, yaitu praktik memberikan petunjuk eksplisit mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Nada dovish mulai terlihat di pertengahan konferensi. Warsh menyebut bahwa dampak kebijakan moneter saat ini tidak merata di berbagai sektor ekonomi—lebih membatasi sektor perumahan dibanding sektor keuangan.

Selain itu, ia mengatakan bahwa anggota komite seharusnya tidak merasa terikat sepenuhnya pada proyeksi suku bunga yang mereka buat sendiri. Menurutnya, The Fed sering kali mengacu pada data yang sudah tidak lagi mencerminkan kondisi terkini.

Warsh juga menyatakan keterbukaan terhadap penggunaan sumber data baru, sebuah pernyataan yang cukup kontroversial, terutama setelah pemecatan Komisaris Bureau of Labor Statistics (BLS), Erika McEntarfer, pada tahun lalu.

Ketua The Fed yang baru tersebut juga menyatakan bahwa ia tidak percaya pada konsep memilih antara pengendalian inflasi atau penciptaan lapangan kerja. Namun, mayoritas anggota komite tampaknya berpandangan berbeda, sebagaimana tercermin dalam Dot Plot terbaru.

Pasar pun lebih mempercayai sinyal yang diberikan mayoritas anggota FOMC dan menilai kecenderungan dovish Warsh belum memiliki pengaruh besar dalam komite, setidaknya untuk saat ini.

Indeks saham AS mengakhiri sesi perdagangan dengan penurunan lebih dari 0,5%, sementara yield obligasi pemerintah AS terus meningkat, dengan yield tenor 2 tahun naik sekitar 13 basis poin.

Dolar AS juga berbalik menguat terhadap seluruh mata uang G10, dengan EUR/USD turun sekitar 1%.

Kenaikan yield tersebut memberikan tekanan besar terhadap logam mulia, di mana emas turun 2,4% dan perak melemah 3,8%.

 

18 Juni 2026, 01.35

The Fed Hawkish: Proyeksi Inflasi Naik Tajam

18 Juni 2026, 00.26

Daily Summary: Pasar Menanti The Fed, Fokus ke Kevin Warsh

17 Juni 2026, 19.50

BREAKING: Retail Sales AS Melonjak, Dolar Kembali Menguat

17 Juni 2026, 18.22

Brent Tertekan, Pasar Mulai Diskon Oversupply

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.