Futures Wall Street Bergerak Lebih Rendah
Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat bergerak melemah seiring investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI). Futures S&P 500 turun sekitar 0,5%, sementara futures Nasdaq 100 melemah lebih dari 0,8%. Sebagian besar pelemahan pada perdagangan pra-pasar terkonsentrasi pada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan tema infrastruktur AI, yang sebelumnya mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
S&P 500 Terancam Mengakhiri Reli 10 Pekan Berturut-Turut
Indeks S&P 500 kini berada dalam risiko mengakhiri rekor kenaikan selama 10 minggu berturut-turut. Tekanan terhadap sektor teknologi meningkat setelah aksi jual saham semikonduktor pada perdagangan Kamis. Sentimen pasar memburuk setelah prospek penjualan chip Broadcom gagal memenuhi ekspektasi investor yang sebelumnya sudah sangat tinggi. Akibatnya, pelaku pasar mulai mengevaluasi ulang valuasi saham teknologi setelah reli besar yang didorong oleh optimisme terhadap perkembangan AI.
Investor Menunggu Data Non-Farm Payrolls AS
Fokus investor kini tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Mei yang dijadwalkan dirilis pukul 12:30 GMT. Data ketenagakerjaan tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Laporan tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dan memperkuat dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Yield Treasury Tetap Tinggi
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun masih bertahan di sekitar level 4,47%. Apabila data pasar tenaga kerja kembali menunjukkan kekuatan ekonomi yang solid, kondisi tersebut dapat memperkuat narasi higher for longer, yaitu ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap berada di level tinggi untuk periode yang lebih lama. Narasi ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan valuasi saham teknologi dan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi.
Harga Minyak Tetap Didukung Risiko Geopolitik
Harga minyak masih mendapatkan dukungan dari ketidakpastian yang menyelimuti negosiasi di Timur Tengah. Selain itu, risiko gangguan pasokan energi global juga terus menopang harga minyak dalam jangka pendek. Perkembangan geopolitik di kawasan tersebut tetap menjadi salah satu sumber volatilitas utama bagi pasar keuangan global.
Tema Utama Menjelang Akhir Pekan
Menjelang akhir pekan, perhatian investor terpusat pada dua isu utama. Pertama adalah keberlanjutan reli saham AI yang telah mendorong kenaikan pasar selama beberapa bulan terakhir. Kedua adalah apakah data ekonomi yang akan datang cukup kuat untuk membenarkan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Jawaban atas kedua pertanyaan tersebut kemungkinan akan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal US100 (H1)
Berdasarkan grafik US100 timeframe H1, indeks telah turun di bawah Exponential Moving Average 200 periode (EMA200) yang ditunjukkan oleh garis merah. Ini merupakan pertama kalinya US100 bergerak di bawah EMA200 dalam hampir dua minggu terakhir. Indikator Relative Strength Index (RSI) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menunjukkan pelemahan momentum setelah reli yang kuat sebelumnya. Meski demikian, koreksi saat ini masih dapat dianggap sebagai koreksi standar 1:1 dalam tren naik yang lebih besar. Namun, apabila indeks turun di bawah level 29.750 poin, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal meningkatnya risiko koreksi yang lebih dalam dan hilangnya momentum yang lebih signifikan di sektor teknologi.

Sumber: xStation5
CPI AS, ECB, dan IPO SpaceX Jadi Sorotan Pekan Depan
Daily summary: Nasdaq Anjlok 3%, Saham AI dan Chip Tertekan
NFP AS Melonjak, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat
US Open: Saham AI Tertekan Setelah Data Tenaga Kerja AS Kuat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.