Baca selengkapnya
22.04 · 6 Mei 2026

Harga Emas dan Perak Melonjak Usai Dolar AS Melemah

Harga emas dan perak bergerak naik tajam pada Rabu, 6 Mei, dengan pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama kenaikan.

Dolar AS berada di bawah tekanan akibat turunnya harga minyak, yang membantu meredakan kekhawatiran terkait tekanan inflasi.

Baru sepekan lalu, logam mulia masih berada di bawah tekanan menjelang rapat Federal Reserve. Namun kini momentum mulai didukung oleh tanda-tanda potensi kemajuan dalam negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta penurunan yield obligasi pemerintah AS.

Emas Rebound Saat Dolar AS dan Yield Treasury Turun

Harga emas mencatat rebound kuat pada Rabu, terutama didorong penurunan yield Treasury dan melemahnya dolar AS. Pasar bereaksi terhadap laporan yang mengindikasikan adanya potensi kemajuan dalam negosiasi antara AS dan Iran, yang sementara mengubah sentimen di pasar logam mulia. Bagi emas, penurunan yield memiliki arti penting karena mengurangi opportunity cost dalam memegang aset non-yielding seperti emas. Ketika yield obligasi naik, daya tarik emas biasanya menurun karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Pada Rabu, tekanan tersebut mulai mereda, sehingga harga emas mampu mendekati EMA 50 hari di sekitar $4.800 per ons. Namun demikian, kondisi ini belum mengonfirmasi pembalikan tren secara lebih luas.

Aksi profit taking mulai muncul ketika harga mencapai area resistensi teknikal tersebut, menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap kemungkinan tercapainya terobosan geopolitik yang nyata. Pasar sudah berkali-kali bereaksi terhadap headline serupa sebelumnya, sehingga sebagian pelaku pasar masih menganggap kenaikan saat ini hanya sebagai rebound jangka pendek, bukan awal dari tren bullish yang berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, EMA 50 hari tetap menjadi area resistensi utama. Jika harga mampu breakout secara berkelanjutan di atas zona tersebut, prospek teknikal emas dapat membaik dan membuka ruang kenaikan lebih lanjut. Sebaliknya, setiap eskalasi baru di Timur Tengah dapat dengan cepat meningkatkan volatilitas dan mendorong harga kembali menuju area $4.600 per ons. Untuk saat ini, pasar emas tetap sangat sensitif terhadap pergerakan yield Treasury AS, dolar AS, dan perkembangan geopolitik dari Timur Tengah.

Sumber: xStation5

7 Mei 2026, 02.35

Harga minyak pulih, saham energi masih tertekan

6 Mei 2026, 18.18

Damai AS-Iran Mulai Tekan Brent

6 Mei 2026, 01.20

Wall Street Cetak Rekor Baru, Intel Melonjak

5 Mei 2026, 17.14

📈Apakah minyak akan mencapai $150? Enverus memperingatkan

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.