10.55 · 20 Maret 2026

Harga logam mulia anjlok, ETF turut memerah.

Pasar logam mulia mengalami aksi jual besar-besaran dalam beberapa hari terakhir. Harga emas terdepresiasi sekitar 6% dibandingkan pekan lalu, bahkan sempat menyentuh penurunan hingga 10%. Sementara itu, harga perak juga mencatatkan koreksi sebesar 5% pada perdagangan kemarin.

  • Aksi jual ini terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik yang tinggi dan meningkatnya risiko stagflasi, yang biasanya akan mendukung permintaan terhadap aset safe haven - terutama emas. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, di mana logam mulia bergerak lebih seperti aset momentum, turun seiring dengan obligasi dan indeks saham.

  • Dinamika ini dapat dikaitkan dengan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Ekspektasi pemangkasan suku bunga kini terdorong ke musim gugur, yang menguntungkan dolar AS dan yield Treasury. Pada saat yang sama, lonjakan harga minyak memperkuat pandangan bahwa bank sentral, termasuk The Fed, akan tetap berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter akibat risiko inflasi yang persisten.

SLV dan GDX charts (D1)

iShares Silver Trust (SLV) juga mencatatkan penurunan sekitar 4,4% pada sesi perdagangan kemarin. Penurunan ini sekaligus menyebabkan harga sertifikat dana tersebut menembus ke bawah zona dukungan penting di level US$65.

 

Sumber: xStation5

VanEck Gold Miners ETF (GDX) turut membukukan penurunan hampir 6% di tengah aksi jual tajam harga emas. Sejak mencapai level tertinggi sepanjang masa, nilai dana ini telah merosot sebesar 30%.

 

Sumber: xStation5

22 Mei 2026, 00.53

Daily summary: Wall Street Naik Tipis di Tengah Harapan Damai Iran

21 Mei 2026, 21.10

US OPEN: Wall Street Dibayangi Iran dan Volatilitas AI

21 Mei 2026, 20.50

Ketika Dunia Bergejolak, Dompet Kita Ikut Terdampak

21 Mei 2026, 15.36

Harga Minyak Turun, Tapi Krisis Hormuz Belum Berakhir

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.