Harga minyak Brent berjangka rebound dari sekitar $96 per barel ke atas $102 setelah Iran membantah laporan “optimistis” dari Axios yang menyebut bahwa memorandum antara AS dan Iran bisa tercapai dalam hitungan jam.
-
Menurut kantor berita ISNA Iran, sebagian isi laporan Axios masih bersifat spekulatif, dan teks tersebut lebih menyerupai daftar keinginan pihak Amerika daripada realitas; Iran saat ini membahas isu perang, bukan isu nuklir. Teheran mengklaim bahwa proposal AS mengandung syarat yang ambisius dan tidak realistis, yang telah ditolak dalam beberapa hari terakhir.
-
Iran juga menilai bahwa AS tidak akan mendapatkan keuntungan apa pun dari konflik yang mungkin terjadi, sementara kantor berita Tasnim, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa Iran belum memberikan tanggapan terhadap proposal terbaru AS karena mengandung “garis merah” yang tidak dapat diterima.
Kontrak berjangka minyak Brent (OIL) bergerak naik sebagai respons terhadap komentar ini, yang menimbulkan keraguan besar apakah jalur menuju perdamaian dapat terbuka dalam 48 jam ke depan. Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa AS akan kembali melakukan operasi militer dan pemboman jika Iran tidak menunjukkan itikad baik dalam negosiasi.

Di tengah tekanan melemahnya harga minyak, saham-saham energi hampir seluruhnya dibuka melemah pada sesi hari ini. Meskipun tekanan jual mulai mereda, namun jika muncul sinyal-sinyal optimis lebih lanjut terkait hubungan AS dan Iran, saham-saham di sektor ini masih berisiko terkoreksi lebih dalam. Sumber: xStation5
Daily Summary – Wall Street Melemah Saat Ketegangan AS-Iran Naik
BREAKING: Trump Redam Euforia Pasar Usai Komentar soal Iran
Minyak Turun, Iran Jadi Fokus
Harga Minyak Turun, Risiko Hormuz Masih Membayangi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.