16.50 · 26 Mei 2026

Harga Minyak Rebound di Tengah Serangan AS ke Iran

Setelah membaiknya sentimen pasar pada Senin yang mendorong penurunan tajam harga komoditas energi, kini terjadi pembalikan arah sebagian akibat laporan serangan pasukan AS terhadap fasilitas di Iran selatan, kemungkinan di dekat Bandar Abbas. Harga minyak WTI naik sekitar 1,4% pada perdagangan pagi.

Negosiasi antara AS dan Iran diperkirakan akan terus berlanjut, yang membantu membatasi skala penurunan pasar. Kedua pihak dilaporkan kini hanya berfokus pada “pemilihan bahasa yang tepat” dalam kesepakatan final antara Washington dan Teheran.

Investor menantikan informasi lebih lanjut yang dapat mengonfirmasi atau membantah asumsi bahwa kesenjangan negosiasi antara kedua pihak semakin menyempit. Untuk saat ini, pasar justru menerima sinyal mengenai berlanjutnya serangan Israel terhadap Lebanon, yang jelas tidak memberikan optimisme bagi pelaku pasar.

Chart 1: OIL.WTI (24.07.2024 - 25.05.2026)

Sumber: xStation, 25.05.2026

Saat ini, pasar berada dalam fase koreksi yang lebih dalam setelah mencapai level tertinggi lokal. Candlestick terbaru menunjukkan adanya tekanan jual. Level $90 berfungsi sebagai support terdekat sekaligus level psikologis penting. Area ini menjadi level krusial yang harus dipertahankan oleh kubu bullish. Support utama berikutnya berada di area $85.

Resistance dinamis saat ini berasal dari moving average biru menurun (SMA 50).

  • Fibonacci retracements: Penurunan di bawah level retracement 38,2% disertai penutupan candle harian di bawah area tersebut merupakan sinyal teknikal klasik yang mengindikasikan potensi penurunan lanjutan menuju retracement 50%, yang bertepatan dengan support di area $85.
  • Moving Averages: Harga telah bergerak di bawah moving average jangka pendek, termasuk SMA 50 berwarna biru, yang mengonfirmasi perubahan sentimen jangka pendek menjadi bearish. Namun, moving average jangka panjang, yaitu SMA 100 berwarna merah, masih bergerak naik dan berada di bawah harga saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa tren naik jangka panjang belum sepenuhnya batal.

26 Mei 2026, 13.39

Kalender Ekonomi: Pasar Fokus ke Risiko Geopolitik

26 Mei 2026, 13.16

Market Wrap: Minyak Rebound Saat Risiko Timur Tengah Naik

26 Mei 2026, 00.22

Daily Summary: Optimisme AS-Iran Dorong Reli Global

25 Mei 2026, 22.57

China Muncul dalam Negosiasi AS-Iran dan Hormuz 🌍

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.