17.45 · 21 Agustus 2026

Harga Perak Tembus US$70, Reli 20% Bisa Berlanjut?

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Perak menguji US$70: Harga perak telah melonjak lebih dari 20% dalam sebulan dan berhasil menembus sejumlah resistance teknikal penting.
  • Pendorong utama: Kenaikan didorong pelemahan dolar AS, ketidakpastian pasar utang, serta tekanan inflasi jangka panjang yang menopang harga emas dan turut mengangkat perak.
  • Prospek harga: Jika mampu bertahan di atas US$70, harga perak berpeluang menuju US$72,50, sementara support utama berada di US$65.

Gejolak tajam di pasar utang yang turut menekan dolar AS memicu lonjakan permintaan terhadap logam mulia. Harga perak secara dinamis menembus ke atas moving average 100 periode dan kini bergerak di kisaran US$69,40–US$70,00 per ons, sekaligus mencatat kenaikan bulanan yang impresif sebesar lebih dari 20,5%.

Apa yang Mendorong Kenaikan Harga Perak dalam Jangka Pendek dan Panjang?

Gejolak Pasar Utang dan Pelemahan Dolar

Meningkatnya ketidakpastian di pasar obligasi Treasury dan melemahnya nilai dolar AS mendorong arus modal beralih ke aset keras. Permintaan terhadap perak melalui ETF mulai kembali meningkat, meskipun pada kontrak futures belum terlihat peningkatan minat yang signifikan.

Tekanan Inflasi dan Harga Minyak yang Tinggi

Ketegangan di Timur Tengah dan harga minyak WTI yang bergerak menuju US$90 per barel meningkatkan ekspektasi inflasi global. Dalam beberapa bulan terakhir, kenaikan harga energi cenderung berdampak negatif terhadap logam mulia dari perspektif lonjakan inflasi jangka pendek. Namun, saat ini pasar mulai melihat bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, yang dalam jangka panjang cenderung mendukung emas dan pada akhirnya juga harga perak.

Rasio harga emas terhadap perak mulai kembali menurun.

Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB

Masalah Pasokan Tembaga Global

Perlu diingat bahwa perak biasanya ditambang sebagai produk sampingan dari logam lain, terutama tembaga. Ketika muncul gangguan pasokan di pasar tembaga, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi pasokan perak.

Selain itu, apabila krisis energi terus berlanjut, permintaan terhadap sumber energi alternatif berpotensi kembali meningkat. Hal ini dapat memberikan dukungan tambahan terhadap permintaan tembaga dan perak, karena kedua logam tersebut semakin banyak digunakan dalam infrastruktur energi dan teknologi terkait.

Pada pasar perak, paruh kedua tahun biasanya membawa volatilitas yang lebih tinggi. Salah satu titik balik yang sering diperhatikan pasar adalah pertemuan The Fed pada September.

Jika Walsh menunjukkan sikap yang lebih dovish, sejalan dengan strategi terbaru Departemen Keuangan AS yang kembali melakukan buyback T-Bill, harga perak bersama logam mulia lainnya berpotensi melanjutkan kenaikan.

Musiman di pasar perak. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB

 


 
20 Agustus 2026, 15.12

Kalender Ekonomi: Risalah FOMC Buka Peluang Pengetatan Lanjutan

20 Agustus 2026, 13.56

Market Wrap: Yield AS Turun, Saham Menguat

20 Agustus 2026, 01.14

Daily Summary: Yield Turun, Saham AS Pulih dan Emas Melonjak

20 Agustus 2026, 00.39

Dolar AS Turun ke Level Terendah Sejak Mei

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.