Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka untuk pelayaran dalam beberapa hari mendatang.
Menurut laporan media terbaru yang mengutip seorang pejabat senior dari kawasan Teluk, peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran sebelum Jumat saat ini dinilai relatif seimbang.
Sinyal penting juga muncul dari Teheran.
Iran dan Oman dilaporkan telah menyepakati rute geografis yang akan digunakan untuk pelayaran melalui selat tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembicaraan mungkin mulai bergerak dari pernyataan umum menuju pengaturan operasional yang lebih konkret.
Namun, pada tahap ini, pembicaraan tersebut belum mencerminkan kesepakatan politik luas antara Amerika Serikat dan Iran.
Fokus negosiasi tampaknya masih berada pada pengaturan terbatas dan sementara yang mencakup aturan pelayaran serta langkah-langkah keamanan di kawasan.
Proses negosiasi tetap menantang karena Iran berupaya mempertahankan pengaruh terhadap ketentuan yang mengatur lalu lintas melalui selat tersebut.
Kesepakatan final juga belum dikonfirmasi secara resmi.
Pasar merespons perkembangan tersebut dengan relatif tenang.
Harga minyak Brent tetap berada di bawah US$80 per barel.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor mulai memperhitungkan kemungkinan deeskalasi dan berkurangnya risiko gangguan terhadap pasokan minyak global.
Namun, selama belum ada konfirmasi resmi, harga minyak tetap rentan terhadap penundaan, perubahan sikap Iran, atau munculnya kembali ketegangan di kawasan.
Daily Summary: Dow Cetak Rekor, Nasdaq Justru Tertahan
Aktivitas Jasa Kuat, Tenaga Kerja Justru Turun
ADP Melemah, Dolar Tertekan
Emas Rebound, Yield Turun dan Dolar Melemah
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.