16.57 · 5 Agustus 2026

Hormuz Makin Dekat Dibuka, Minyak Bertahan di Bawah US$80

Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka untuk pelayaran dalam beberapa hari mendatang.

Menurut laporan media terbaru yang mengutip seorang pejabat senior dari kawasan Teluk, peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran sebelum Jumat saat ini dinilai relatif seimbang.

Sinyal penting juga muncul dari Teheran.

Iran dan Oman dilaporkan telah menyepakati rute geografis yang akan digunakan untuk pelayaran melalui selat tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembicaraan mungkin mulai bergerak dari pernyataan umum menuju pengaturan operasional yang lebih konkret.

Namun, pada tahap ini, pembicaraan tersebut belum mencerminkan kesepakatan politik luas antara Amerika Serikat dan Iran.

Fokus negosiasi tampaknya masih berada pada pengaturan terbatas dan sementara yang mencakup aturan pelayaran serta langkah-langkah keamanan di kawasan.

Proses negosiasi tetap menantang karena Iran berupaya mempertahankan pengaruh terhadap ketentuan yang mengatur lalu lintas melalui selat tersebut.

Kesepakatan final juga belum dikonfirmasi secara resmi.

Pasar merespons perkembangan tersebut dengan relatif tenang.

Harga minyak Brent tetap berada di bawah US$80 per barel.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor mulai memperhitungkan kemungkinan deeskalasi dan berkurangnya risiko gangguan terhadap pasokan minyak global.

Namun, selama belum ada konfirmasi resmi, harga minyak tetap rentan terhadap penundaan, perubahan sikap Iran, atau munculnya kembali ketegangan di kawasan.

30 Oktober 2026, 14.58

Ekspor LNG Rekor, Harga NGAS di Bawah US$3! Bisa Rebound?

30 Oktober 2026, 13.21

Market Wrap: Nasdaq Anjlok, Saham Amazon dan Intel Terpukul!

30 Oktober 2026, 01.46

Daily Summary: Nasdaq Picu Sell-Off

30 Oktober 2026, 00.53

Silver Tertekan Fed, Support US$52 Terancam

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.