07.50 · 11 Agustus 2026

Market Wrap: Intel Jatuh 4%, Minyak Naik karena Hormuz

 

  • Wall Street mengakhiri sesi dengan penurunan tipis. S&P 500 dan Dow Jones bergerak sedikit lebih rendah, sementara Nasdaq turun sekitar 0,3%.
  • Saham semikonduktor menjalani sesi yang lebih lemah, dengan Nvidia, AMD, dan Intel semuanya ditutup di zona merah. Intel menjadi salah satu yang paling tertekan, turun sekitar 4% setelah muncul kabar mengenai rencana penerbitan saham baru senilai US$15 miliar. Perusahaan berencana menggunakan dana tersebut untuk memperluas produksi chip. Namun, penerbitan saham baru juga akan menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang sudah ada.
  • Pasar Asia mengakhiri perdagangan dengan pergerakan yang beragam. 
  • KOSPI Korea Selatan menjadi salah satu yang paling kuat dan naik untuk hari kedua berturut-turut, didukung rebound tajam saham Samsung. Nikkei 225 Jepang juga mencatat performa kuat dengan kenaikan sekitar 2%. Sebaliknya, pasar China masih berada di bawah tekanan, dengan Hang Seng turun sekitar 0,8%.
  • Iran menetapkan sejumlah syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Syarat tersebut mencakup kompensasi, pencabutan sanksi, serta penghentian operasi militer Amerika Serikat. Sebagai respons, Donald Trump memperkeras sikap terhadap Teheran. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat juga akan menuntut kompensasi bagi warga AS yang tewas atau mengalami luka serius dalam konflik dengan Iran. Isu tersebut diperkirakan akan menjadi bagian dari negosiasi perdamaian berikutnya. Akibatnya, peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat semakin menurun. Harga minyak bergerak naik karena pasar khawatir pembatasan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat berlangsung lebih lama.
  • Logam mulia memulai sesi dengan sedikit pelemahan. Emas turun sekitar 0,2% dan kembali berada di bawah US$4.400 per ons. Perak turun lebih dari 1,5% dan diperdagangkan di bawah US$65.
  • Bank of Japan semakin mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada September. Kekhawatiran bahwa inflasi tinggi dapat bertahan lebih lama membuat pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan 17–18 September. Ekspektasi tersebut berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi yen Jepang.
  • People’s Bank of China juga mengambil langkah yang cukup menarik. Untuk pertama kalinya sejak Juni, PBoC tidak menambah likuiditas baru ke sistem perbankan karena menilai tingkat likuiditas sudah mencukupi.
  • Langkah tersebut tampaknya lebih merupakan keputusan likuiditas lokal daripada perubahan arah kebijakan moneter yang lebih luas. Penguatan yen yang berkelanjutan diperkirakan tetap bergantung terutama pada kenaikan suku bunga tambahan dari BoJ.
  • Repatriasi modal maupun intervensi valuta asing diperkirakan tidak cukup untuk menjadi faktor utama. Intervensi bersama Amerika Serikat dan Jepang terbaru hanya memberikan dukungan sementara bagi yen. Minimnya langkah lanjutan yang tegas dari Tokyo kemudian membuat mata uang Jepang kembali melemah.

 

10 Agustus 2026, 19.00

Daily Summary: Minyak Melonjak, Wall Street Justru Lesu

10 Agustus 2026, 07.40

Market Wrap: Hormuz Memanas, Wall Street Tunggu CPI AS

10 Agustus 2026, 07.34

Kalender Ekonomi: Hormuz Panas, Pasar Bersiap Hadapi CPI AS

10 Agustus 2026, 07.30

D.R. Horton: Proxy Inflasi Tersembunyi di Sektor Properti AS

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.