Baca selengkapnya
21.15 · 3 April 2026

📌Indeks AS Jadi Sorotan di Tengah NFP Kuat & Minyak $100+

Pasar minyak tetap menjadi pusat perhatian investor saat pasar global bersiap menghadapi pekan perdagangan berikutnya. Sesi AS tidak berlangsung hari ini karena libur Paskah, begitu pula pasar Eropa yang tetap tutup. Sentimen pada kontrak berjangka indeks Wall Street terlihat beragam.

  • Saham Asia menutup pekan dengan kenaikan meskipun volatilitas pasar masih tinggi. Sentimen membaik setelah muncul laporan bahwa perdagangan melalui Strait of Hormuz kemungkinan akan segera kembali berlangsung.

  • Rebound di Asia pada hari Kamis mengikuti sentimen positif dari Wall Street, didukung oleh kabar bahwa Iran bekerja sama dengan Oman untuk menyusun perjanjian pengawasan perdagangan di jalur pelayaran strategis tersebut, yang sebelumnya sempat terganggu sejak konflik dimulai.

  • Namun, aktivitas perdagangan tetap terbatas karena banyak pasar utama Asia dan Eropa tutup akibat libur.

  • Kontrak berjangka obligasi pemerintah AS (Treasury) di Asia bergerak relatif datar, sementara pasar tunai masih tutup hingga sesi AS dibuka kembali. Di sisi lain, dolar AS menunjukkan kinerja campuran terhadap mata uang G10.

  • Pasar minyak tetap berada di bawah tekanan geopolitik yang kuat. Harga melonjak di atas $110 per barel setelah Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap infrastruktur Iran, sebagai upaya meningkatkan tekanan dalam negosiasi.

  • Minyak WTI naik sekitar 11%, sementara Brent global bertahan di sekitar $109 per barel. Iran juga melancarkan serangan tambahan yang menargetkan wilayah negara-negara Teluk, menjaga ketegangan tetap tinggi terkait keamanan transportasi energi dan perdagangan maritim.

  • Sebuah kapal kontainer yang terindikasi milik Prancis berhasil melintasi Strait of Hormuz, kemungkinan menjadi transit pertama oleh kapal terkait Eropa Barat sejak konflik mengganggu jalur tersebut.

  • Kontrak berjangka indeks AS sedikit melemah, dengan kontrak S&P 500 turun sekitar 0,3%.

Data makro AS (NFP Maret):

  • Nonfarm Payrolls: +178K (perkiraan 65K, sebelumnya -92K)

  • Upah YoY: 3,5% (perkiraan 3,7%)

  • Upah MoM: 0,2% (perkiraan 0,3%)

  • Private Payrolls: +186K

  • Manufacturing Payrolls: +15K

  • Tingkat Pengangguran: 4,3%

  • Partisipasi Tenaga Kerja: 61,9%

Revisi menunjukkan Januari naik +34K menjadi 160K, sementara Februari turun signifikan. Dalam reaksi awal, futures Nasdaq 100 justru menguat, seiring meredanya kekhawatiran perlambatan ekonomi AS. Namun, data tenaga kerja yang kuat juga dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Reaksi penuh pasar kemungkinan baru akan terlihat setelah pasar AS kembali dibuka pekan depan. Di sisi lain, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah “discouraged workers” meningkat tajam sebesar 144 ribu menjadi total 510 ribu - mengindikasikan adanya kelemahan tersembunyi di balik data utama yang terlihat kuat.

3 April 2026, 19.35

BREAKING: NFP Melonjak Tajam 🚀

3 April 2026, 18.21

Pasar Tenaga Kerja Tak Lagi Jadi Kekhawatiran❓

3 April 2026, 17.02

Kelesuan Bitcoin menekan saham Kripto

3 April 2026, 13.48

Kalender Ekonomi: Data NFP Tertutup oleh Libur Paskah

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.