- IPO SpaceX dengan kode SPCX berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar saham.
- Saham antariksa seperti Virgin Galactic dan AST SpaceMobile mengalami reli besar sebelum pencatatan, namun mulai mengalami aksi ambil untung.
- Perusahaan pemasok seperti L3Harris, Northrop Grumman, Microchip Technology, dan STMicroelectronics berpotensi menjadi penerima manfaat jangka panjang.
- Spekulasi merger antara SpaceX dan Tesla kembali meningkat menjelang IPO.
- Volatilitas tinggi diperkirakan terjadi pada saham-saham yang terkait Elon Musk dan sektor antariksa menjelang debut SPCX.
- IPO SpaceX dengan kode SPCX berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar saham.
- Saham antariksa seperti Virgin Galactic dan AST SpaceMobile mengalami reli besar sebelum pencatatan, namun mulai mengalami aksi ambil untung.
- Perusahaan pemasok seperti L3Harris, Northrop Grumman, Microchip Technology, dan STMicroelectronics berpotensi menjadi penerima manfaat jangka panjang.
- Spekulasi merger antara SpaceX dan Tesla kembali meningkat menjelang IPO.
- Volatilitas tinggi diperkirakan terjadi pada saham-saham yang terkait Elon Musk dan sektor antariksa menjelang debut SPCX.
IPO SpaceX Berpotensi Pecahkan Rekor Pasar Saham
SpaceX dijadwalkan melantai di Nasdaq dengan kode saham SPCX pada 12 Juni 2026, menargetkan valuasi sebesar US$1,75 triliun dan penghimpunan dana hingga US$75 miliar. Jika harga penawaran sesuai dengan ekspektasi pasar, pencatatan ini akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar saham global, melampaui rekor Saudi Aramco pada tahun 2019 lebih dari 2,5 kali lipat.
Meski sebagian besar perhatian investor tertuju pada pencatatan saham SpaceX itu sendiri, peluang yang lebih menarik bagi trader justru dapat muncul dari pergerakan saham-saham yang berada dalam ekosistem bisnis dan rantai pasokan perusahaan tersebut.
Saham Antariksa: Beli Saat Rumor, Jual Saat Berita
Euforia menjelang IPO SpaceX telah mengangkat hampir seluruh saham antariksa yang diperdagangkan secara publik selama dua bulan terakhir. Namun, tanda-tanda rotasi modal mulai terlihat. Virgin Galactic (SPCE) sempat mencapai level tertinggi 52 minggu di US$8,90, naik lebih dari 300% dari titik terendah tahun 2026, sebelum akhirnya berbalik tajam ke bawah US$4,40. Sementara itu, AST SpaceMobile (ASTS) anjlok hampir 21% hanya dalam dua sesi perdagangan setelah sebelumnya melonjak 107%.
Pola ini mencerminkan fenomena klasik pasar modal, yaitu strategi "buy the rumor, sell the news". Investor ritel menggunakan saham-saham antariksa sebagai proxy untuk memperoleh eksposur terhadap SpaceX. Namun, ketika tanggal pencatatan semakin dekat, sebagian investor mulai mengalihkan modal mereka keluar dari saham-saham tersebut. Dari sisi fundamental, Virgin Galactic hanya membukukan pendapatan sekitar US$227.000 per kuartal dengan rugi bersih mencapai US$65 juta. Hal ini menunjukkan bahwa reli lebih dari 300% yang terjadi hampir sepenuhnya didorong oleh sentimen pasar. Setelah SPCX resmi diperdagangkan, daya tarik saham-saham proxy kemungkinan akan berkurang, sehingga perusahaan yang memiliki kinerja keuangan kuat akan mulai terpisah dari saham yang hanya mengandalkan euforia pasar.
Pemasok yang Luput dari Perhatian Investor
Sementara pasar fokus pada perusahaan roket dan eksplorasi luar angkasa, penerima manfaat yang kurang diperhatikan justru berasal dari perusahaan pemasok komponen inti. L3Harris Technologies (LHX) menjadi salah satu dari hanya dua perusahaan di Amerika Serikat yang memproduksi mesin roket setelah mengakuisisi Aerojet Rocketdyne pada tahun 2023. Posisi ini menjadikan L3Harris sebagai bagian penting dalam rantai pasokan peluncuran antariksa Amerika Serikat. Northrop Grumman (NOC) memproduksi solid rocket booster untuk Space Launch System milik NASA dan mengoperasikan pesawat kargo Cygnus yang memasok kebutuhan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kedua perusahaan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dibanding saham antariksa spekulatif karena didukung oleh kontrak pemerintah dan arus pendapatan yang lebih stabil.
Peluang di Sektor Semikonduktor Antariksa
Lebih jauh dalam rantai pasokan, sektor semikonduktor juga memainkan peran yang sangat penting. Setiap satelit yang mengorbit di luar angkasa bergantung pada chip khusus yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Dua pemasok utama untuk kebutuhan tersebut adalah Microchip Technology (MCHP) dan STMicroelectronics (STM). Kedua perusahaan memproduksi mikrokontroler, FPGA, serta komponen analog yang digunakan dalam sistem satelit dan avionik kendaraan peluncur.
Laporan "Space 60" yang diterbitkan Morgan Stanley pada April 2026 memetakan rantai pasokan industri antariksa dari sektor pertambangan hingga operasi orbit. Kesimpulan utama laporan tersebut adalah bahwa peluang investasi paling stabil tidak berada pada perusahaan roket itu sendiri, melainkan pada pemasok infrastruktur yang tetap memperoleh pendapatan tanpa bergantung pada siapa pemenang kompetisi antariksa.
Tesla dan Pertanyaan Merger Senilai US$3,4 Triliun
Hubungan antara SpaceX dan Tesla (TSLA) menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas menjelang IPO. Keterkaitan finansial kedua perusahaan sudah cukup dalam. SpaceX membeli sistem penyimpanan energi Tesla Megapack senilai US$697 juta dan armada Cybertruck senilai US$131 juta. Di sisi lain, Tesla menginvestasikan US$2 miliar ke xAI sebelum perusahaan tersebut diintegrasikan ke dalam SpaceX.
CNBC melaporkan bahwa Elon Musk telah mendiskusikan kemungkinan penggabungan kedua perusahaan dengan sejumlah pihak. Spekulasi ini semakin menguat setelah dokumen amendemen S-1 SpaceX menambahkan klausul terkait kemungkinan penerbitan saham untuk "transaksi masa depan".
Analis Wedbush, Dan Ives, memperkirakan peluang merger pasca-IPO berada pada kisaran 80% hingga 90%, dengan target penyelesaian pada paruh pertama tahun 2027. Namun, pasar prediksi menunjukkan pandangan yang lebih konservatif. Kalshi memperkirakan probabilitas merger sebesar 51% sebelum Maret 2027, sementara Polymarket menempatkannya pada level 41% sebelum akhir tahun.
Jika merger terjadi, gabungan SpaceX dan Tesla akan menciptakan entitas dengan valuasi sekitar US$3,4 triliun. Meski demikian, terdapat sejumlah hambatan struktural yang signifikan. Elon Musk mengendalikan sekitar 85% hak suara di SpaceX, tetapi hanya memiliki sekitar 20% kepemilikan ekuitas Tesla. Kondisi ini membuat persetujuan pemegang saham Tesla tidak dapat dianggap pasti. Saat ini saham Tesla diperdagangkan di sekitar US$405, atau sekitar 18% di bawah level tertinggi 52 minggu. Beberapa analis juga berpendapat bahwa merger berpotensi mengurangi nilai bagi pemegang saham Tesla, terutama ketika bisnis robotaxi dan robotika perusahaan mulai mendekati tahap komersialisasi.
Volatilitas Tinggi Menjelang Debut SPCX
Terlepas dari apakah merger akhirnya terjadi atau tidak, pergerakan saham Tesla di sekitar tanggal pencatatan SpaceX pada 12 Juni diperkirakan menjadi salah satu tema perdagangan yang paling diperhatikan tahun ini. Investor dan trader perlu mempersiapkan diri menghadapi volatilitas tinggi pada saham-saham yang terkait dengan Elon Musk maupun sektor antariksa secara keseluruhan, baik menjelang maupun setelah debut perdagangan SPCX di Nasdaq.
Apple Perkenalkan Siri AI dan macOS Golden Gate di WWDC
Saham Marvell Melonjak 10% Usai Masuk S&P 500
Intel Melonjak Usai Nvidia dan Google Pertimbangkan Produksi Chip
US Open: Nasdaq Rebound, Saham AI dan Chip Kembali Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.