- Saham ServiceNow naik sekitar 7% dalam perdagangan after-hours setelah laporan kuartal II melampaui ekspektasi.
- Pendapatan mencapai $3,99 miliar dan adjusted EPS sebesar $0,90.
- ServiceNow kembali menaikkan proyeksi pendapatan berlangganan 2026.
- Nilai kontrak tahunan produk AI telah melampaui $1 miliar.
- Hasil ini melemahkan narasi bahwa AI akan mengurangi permintaan terhadap software SaaS.
- Saham ServiceNow naik sekitar 7% dalam perdagangan after-hours setelah laporan kuartal II melampaui ekspektasi.
- Pendapatan mencapai $3,99 miliar dan adjusted EPS sebesar $0,90.
- ServiceNow kembali menaikkan proyeksi pendapatan berlangganan 2026.
- Nilai kontrak tahunan produk AI telah melampaui $1 miliar.
- Hasil ini melemahkan narasi bahwa AI akan mengurangi permintaan terhadap software SaaS.
Saham ServiceNow naik sekitar 7% dalam perdagangan after-hours setelah perusahaan merilis laporan kuartal II yang melampaui ekspektasi Wall Street dari sisi pendapatan maupun laba.
Perusahaan menaikkan panduan pendapatan berlangganan setahun penuh untuk kedua kalinya tahun ini. Langkah tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap software berbasis kecerdasan buatan milik ServiceNow masih tetap kuat.
Hasil ini juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap narasi yang disebut sebagai “SaaSpocalypse”, yaitu pandangan bahwa AI generatif dapat mengurangi permintaan terhadap software SaaS tradisional.
Fakta Utama
-
Pendapatan meningkat menjadi $3,99 miliar, melampaui ekspektasi sebesar $3,93 miliar. Adjusted EPS tercatat sebesar $0,90, di atas konsensus $0,86.
- ServiceNow menaikkan panduan pendapatan berlangganan 2026 menjadi $15,755–$15,770 miliar.
- Perusahaan juga mengumumkan bahwa annual contract value atau ACV produk AI telah melampaui $1 miliar.
- Saham ServiceNow naik sekitar 7% setelah laporan dirilis dan kembali bergerak di atas level $100.
AI Tetap Menjadi Mesin Pertumbuhan Utama
ServiceNow terus memperluas platform AI perusahaan dengan meluncurkan agen AI di berbagai alur kerja, termasuk teknologi informasi, keamanan siber, CRM, dan sumber daya manusia.
Perusahaan melaporkan bahwa AI ACV telah melampaui $1 miliar dan mencapai pencapaian tersebut lebih cepat dibandingkan target internal.
Manajemen kini memperkirakan AI ACV akan melampaui $1,5 miliar pada akhir 2026.
Produk AI juga diproyeksikan menyumbang sekitar 30% dari total annual contract value pada 2030.
ServiceNow terus memperluas produk seperti AI Control Tower dan AI specialist otonom untuk ITSM. Solusi tersebut saat ini sudah mampu menyelesaikan sekitar 80%–85% permintaan layanan tanpa intervensi manusia.
ServiceNow Kembali Menaikkan Panduan
Ini menjadi kedua kalinya sepanjang tahun ServiceNow menaikkan proyeksi pendapatan berlangganan.
Manajemen kini memperkirakan pendapatan berlangganan 2026 sebesar $15,755–$15,770 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan sekitar 21% dengan kurs konstan.
Pendapatan berlangganan kuartal II meningkat 23% secara tahunan menjadi $3,88 miliar.
Total remaining performance obligations atau RPO juga naik 22% menjadi $29 miliar.
Pada saat yang sama, perusahaan mempertahankan panduan margin operasional setahun penuh sebesar 31,5% dan margin arus kas bebas sebesar 35%.
AI Perusahaan Tantang Narasi “SaaS Apocalypse”
CEO Bill McDermott mengatakan perusahaan tidak mengalami siklus penjualan korporasi yang lebih panjang meskipun belanja perusahaan untuk infrastruktur AI terus meningkat.
Menurut manajemen, pelanggan semakin mencari solusi AI yang mampu mengotomatisasi proses bisnis, bukan hanya menyediakan akses terhadap large language model.
Kondisi tersebut memperkuat posisi ServiceNow sebagai platform perusahaan yang menghubungkan AI dengan kegiatan operasional sehari-hari.
Perusahaan juga terus memperdalam kemitraan dengan Microsoft, NVIDIA, dan Accenture.
Platform ServiceNow turut diperluas melalui akuisisi Moveworks dan Armis.
Manajemen mengakui bahwa sebagian dari kinerja kuartal II yang sangat kuat berasal dari pengakuan lebih awal atas sejumlah pendapatan pelanggan pemerintah federal AS.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa pendorong utamanya tetap berasal dari tingginya permintaan terhadap platform AI.
ServiceNow Tunjukkan AI Mulai Memberikan Hasil Nyata
Salah satu kesimpulan terpenting dari earnings call adalah ServiceNow tidak hanya menjual akses terhadap model AI.
Perusahaan menawarkan solusi lengkap untuk perusahaan yang mampu mengotomatisasi pekerjaan dan menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
AI specialist untuk ITSM saat ini mampu menyelesaikan sekitar 80%–85% permintaan layanan tanpa intervensi manusia.
Waktu penyelesaian juga dapat dipangkas dari hingga dua hari menjadi sekitar 20 menit.
Jumlah pelanggan yang menjalankan agentic AI dalam operasional meningkat sembilan kali lipat selama sembilan bulan terakhir.
Perkembangan tersebut mulai menghasilkan monetisasi secara langsung.
AI annual contract value telah melampaui $1 miliar dan ditargetkan melebihi $1,5 miliar pada akhir 2026.
Produk AI-native baru juga menghasilkan kenaikan harga sekitar 20%–30%.
Manajemen menegaskan bahwa pelanggan membayar berdasarkan hasil, bukan jumlah token yang digunakan.
Model tersebut dapat membantu melindungi margin sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif ServiceNow dibandingkan penyedia yang hanya menawarkan model AI atau alat AI mandiri.
Harga Saham ServiceNow (Interval D1)
Saham ServiceNow menguat setelah laporan kinerja dirilis, tetapi masih diperdagangkan sekitar 60% di bawah level tertinggi sepanjang masa.
Bahkan apabila saham dibuka di sekitar $105, harganya masih perlu naik sekitar 20% untuk kembali mencapai exponential moving average 200 hari atau EMA200 yang ditunjukkan oleh garis merah.
Sumber: xStation5
Lockheed Martin dan RTX Naikkan Proyeksi
Market Wrap: Konflik Memanas, Big Tech Tertekan
Alphabet Unggul, Tesla Fokus pada AI
Daily Summary: Indeks Stabil, Pasar Menanti Alphabet dan Tesla
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.