Baca selengkapnya
23.21 · 7 Mei 2026

Iran resmikan kontrol atas Selat Hormuz?⚓

Iran telah meresmikan kontrolnya atas Selat Hormuz dengan membentuk badan baru - Persian Gulf Strait Authority (PGSA) - yang mewajibkan seluruh kapal yang melintas untuk menyerahkan deklarasi informasi sebelum diberikan izin transit. Formulir tersebut berisi lebih dari 40 pertanyaan terkait nama kapal, negara asal dan tujuan, kewarganegaraan pemilik, operator dan awak kapal, serta jenis muatan yang dibawa. Sebelum pecahnya konflik dengan AS dan Israel pada akhir Februari 2026, selat tersebut dapat diakses secara bebas oleh seluruh kapal - kini Iran mengancam akan menyerang kapal mana pun yang melintas tanpa izin dari IRGC. Seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) melewati Selat Hormuz, yang berarti kontrol atas jalur ini memberi Teheran pengaruh yang sangat besar terhadap ekonomi global.

Informasi utama yang wajib diberikan untuk dapat melintasi Selat Hormuz dengan izin Iran. Sumber: CNN

Penutupan Selat Hormuz memicu guncangan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak - pada hari Rabu, harga bensin di AS naik di atas $4,50 per galon untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan pembentukan “tatanan regional dan global baru” yang didasarkan pada Iran yang kuat, dengan secara eksplisit menyebut “tuas penutupan selat” sebagai alat untuk mewujudkan visi tersebut. Iran dilaporkan mengenakan biaya hingga $2 juta untuk setiap kapal yang melintas, dan Departemen Keuangan AS menegaskan bahwa tidak ada entitas yang berafiliasi dengan AS yang diizinkan melakukan pembayaran tersebut. Pada pekan yang berakhir 3 Mei, hanya 40 kapal yang melintas di Selat Hormuz, sementara sebelum perang rata-rata terdapat 120 pelayaran per hari, dan pada hari Kamis lalu lintas tanker hampir tidak ada. Para ahli di Kpler memperkirakan bahwa bahkan dalam skenario kontrol jangka panjang Iran, kapasitas transit tidak akan melebihi 40–50% dari kapasitas ekspor sebelum perang, yang akan membawa konsekuensi jangka panjang bagi pasar energi global.

Meskipun demikian, fokus utama pasar saat ini tetap pada penilaian prospek de-eskalasi konflik. Hal ini tercermin dari penurunan harga minyak yang terus berlanjut untuk hari kedua berturut-turut.

7 Mei 2026, 15.35

SLV ETF Dekati Breakout, Tapi Risiko Fakeout Masih Tinggi

7 Mei 2026, 14.21

Market Wrap: Negosiasi AS - Iran di Bawah Bayang-Bayang Ultimatum Trump

7 Mei 2026, 12.52

Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru

6 Mei 2026, 23.03

US Open: Wall Street Naik Dipicu Teknologi dan Turunnya Minyak 📈

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.