Dari isi pidato Kevin Warsh di Jackson Hole, diketahui bahwa Ketua The Fed menekankan Federal Reserve harus yakin bahwa underlying inflation bergerak menuju target 2% secara jelas dan dengan kecepatan yang memadai. Jika tidak, menurut Warsh, “The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.”
Secara keseluruhan, nada pidatonya cukup hawkish. Warsh tidak secara langsung memberikan sinyal kenaikan suku bunga, tetapi mengindikasikan bahwa langkah tersebut dapat dibenarkan apabila proses disinflasi gagal mengalami percepatan. Dolar AS menguat cukup signifikan setelah pernyataannya dirilis, sementara Treasury yields bergerak naik. Yield obligasi AS tenor 2 tahun bahkan mencapai level tertinggi sejak Juli selama pidato berlangsung.
- Menurut Warsh, target inflasi The Fed sebesar 2% tetap menjadi acuan kebijakan moneter yang tegas dan tidak berubah.
- Warsh mengatakan bahwa data inflasi terbaru belum menunjukkan perbaikan berarti dalam tren underlying inflation.
- Dengan pasar tenaga kerja yang masih stabil dan inflasi tetap berada di atas target, prioritas utama The Fed saat ini seharusnya menurunkan tekanan harga.
- Suku bunga tetap menjadi instrumen utama The Fed untuk memulihkan stabilitas harga sambil mendukung kondisi pasar tenaga kerja yang sehat.
- Warsh menilai kondisi finansial saat ini sulit disebut restriktif, sehingga The Fed masih memiliki ruang untuk memperketat kebijakan jika inflasi tidak turun.
- Namun, ia tidak memberikan indikasi apakah kenaikan suku bunga dapat terjadi secepat pertemuan September, dan juga tidak memberikan jalur suku bunga yang spesifik untuk beberapa bulan mendatang.
- Warsh tetap skeptis terhadap forward guidance. Menurutnya, komunikasi The Fed yang terlalu rinci dapat membatasi fleksibilitas bank sentral dan memberikan pengaruh yang terlalu besar terhadap keputusan investor.
- Pada saat yang sama, Ketua The Fed menyampaikan pandangan optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama dengan menyoroti kuatnya investasi di infrastruktur AI dan teknologi.
- Semakin banyak pejabat The Fed yang menilai suku bunga seharusnya lebih tinggi dan kisaran saat ini di 3,50–3,75% mungkin belum cukup untuk menahan aktivitas ekonomi dan, pada akhirnya, inflasi.
- Pasar futures saat ini memberikan probabilitas yang lebih tinggi terhadap kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, meskipun konsensus masih memperkirakan tidak ada perubahan pada pertemuan September.
- Inflasi core PCE naik 3,3% secara year-over-year pada Juli, tidak berubah dari Juni, sehingga memperkuat argumen anggota The Fed yang lebih hawkish.
- Sumber tekanan inflasi tambahan berasal dari tingginya harga energi akibat perang dengan Iran, kenaikan harga semikonduktor, dan kembali meningkatnya ketegangan perdagangan.
- Warsh juga mengakui tanggung jawab The Fed atas periode panjang inflasi di atas target, dengan mengatakan bahwa tanggung jawab atas 65 bulan inflasi tinggi yang berkelanjutan “sepenuhnya berada pada bank sentral.”
Yang penting, Ketua The Fed menilai kondisi finansial saat ini sulit disebut restriktif. Ini mengindikasikan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk memperketat kebijakan lebih lanjut.
Warsh juga melihat potensi pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih kuat, sebagian didukung oleh belanja modal besar untuk infrastruktur AI dan teknologi. Namun, ia tetap menyoroti beberapa bagian ekonomi yang relatif lemah, terutama sektor perumahan dan pertanian.
Semakin banyak pejabat The Fed yang percaya bahwa bank sentral seharusnya sudah menaikkan suku bunga. Kelompok yang lebih hawkish memperingatkan bahwa jika The Fed gagal bertindak sekarang, bank sentral mungkin harus melakukan pengetatan yang lebih agresif di kemudian hari, sehingga meningkatkan risiko terhadap pasar tenaga kerja.
Warsh juga secara tegas mengkritik penggunaan forward guidance yang berlebihan. Menurutnya, sinyal kebijakan yang terlalu rinci dapat membatasi fleksibilitas The Fed dan membuat investor terlalu bergantung pada komunikasi bank sentral.
Warsh Hawkish, Tekankan Risiko Inflasi
Market Wrap: Wall Street Flat Jelang Pidato Warsh di Jackson Hole
Kalender Ekonomi: Jackson Hole Jadi Fokus Utama Pasar Hari Ini
Dolar Melemah, Emas Naik: Apa Itu Debasement Trade?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.