10.47 · 6 Oktober 2026

Nvidia Cetak Rekor Meski Yield 5,3%, Ekspektasi Jadi Ujian

Nvidia Terus Cetak Rekor Meski Yield Treasury di 5,3%

Nvidia menutup pekan di rekor tertinggi baru US$238,90 pada 3 Oktober dan membuka 6 Oktober dengan market cap sekitar US$5,78 triliun, semakin mendekati ambang US$6 triliun.

Yang membuat rally ini menarik bukan hanya kenaikan harga sahamnya, tetapi konteks suku bunga di belakangnya.

Yield US Treasury 10 tahun justru naik ke sekitar 5,347%, level tertinggi sejak 2002.

Secara historis, kondisi seperti ini biasanya menjadi tekanan bagi growth stocks. Namun Nvidia justru terus mencetak rekor.

Sejak April, NVDA dan yield Treasury 10 tahun AS sama-sama naik sekitar 20%, mematahkan pola inverse relationship yang biasanya terlihat antara yield dan saham growth.

Sumber: XTB Research Indonesia

Yield Tinggi Biasanya Jadi Musuh Growth Stocks

Dalam kondisi normal, Treasury yield di atas 5% memberi investor alternatif risk-free return yang semakin menarik.

Hal ini biasanya menekan saham dengan valuasi yang sangat bergantung pada arus kas di masa depan.

Growth stocks seperti Nvidia secara teori termasuk yang paling sensitif karena sebagian besar valuasinya berasal dari ekspektasi profit beberapa tahun ke depan.

Ketika discount rate naik, present value dari profit tersebut ikut turun.

Pada episode sebelumnya, lonjakan yield sering mendorong rotasi dari saham teknologi menuju sektor defensif atau value.

Namun kali ini, Nvidia justru terus mencetak level tertinggi baru.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan fundamental perusahaan untuk sementara masih lebih kuat daripada tekanan yang berasal dari kenaikan yield.

Earnings Tumbuh Lebih Cepat dari Tekanan Yield

Kunci utama terletak pada kecepatan pertumbuhan Nvidia.

Pada kuartal Juli 2026, revenue perusahaan tumbuh 106% YoY menjadi US$96,2 miliar, sementara bisnis data center meningkat 117% YoY dan gross margin tetap berada di sekitar 75%.

Manajemen memberikan guidance Q3 sekitar US$108 miliar dan memperkirakan pertumbuhan FY2028 sekitar 70%.

Pertumbuhan pada level tersebut membantu menjelaskan mengapa investor masih bersedia membayar valuasi tinggi meskipun Treasury yield terus naik.

Nvidia juga mengumumkan program buyback US$150 miliar pada 18 September.

Buyback memberi faktor tambahan bagi pertumbuhan EPS karena jumlah saham beredar dapat berkurang ketika perusahaan terus meningkatkan laba.

Dengan kata lain, Nvidia tidak hanya mengandalkan ekspansi revenue, tetapi juga menggunakan capital return untuk mendukung pertumbuhan per saham.

Ujian Berikutnya Bukan AI, tapi Ekspektasi

Dengan market cap mendekati US$6 triliun, tantangan Nvidia mulai berubah.

Pasar tidak lagi hanya mempertanyakan apakah permintaan AI masih akan tumbuh.

Pertanyaan yang lebih penting sekarang adalah apakah pertumbuhan Nvidia masih cukup cepat untuk melampaui ekspektasi yang terus dinaikkan investor.

Semakin tinggi valuasinya, semakin kecil ruang untuk hasil yang sekadar “sesuai ekspektasi”.

Karena itu, risiko terbesar bagi NVDA bukan hanya kompetisi atau regulasi, tetapi standar pertumbuhan yang sudah sangat tinggi di dalam harga sahamnya sendiri.

Menjelang rilis Q3 pada November, investor perlu memantau tiga hal utama:

  • Apakah pertumbuhan data center masih mampu bertahan di atas 100% YoY

  • Apakah gross margin tetap berada di sekitar 75%

  • Apakah guidance Q4 dan FY2028 masih berada di atas konsensus pasar

Selama earnings dan guidance terus melampaui ekspektasi, Nvidia masih memiliki ruang untuk mempertahankan pola kenaikan meskipun yield tetap tinggi.

Namun, ketika pertumbuhan mulai melambat sementara ekspektasi pasar tetap tinggi, tekanan valuasi dapat menjadi jauh lebih besar.

Pada titik ini, tantangan Nvidia bukan lagi membuktikan bahwa AI berkembang, tetapi terus membuktikan bahwa pertumbuhan perusahaan masih lebih cepat daripada ekspektasi pasar.

5 Oktober 2026, 23.42

SpaceX Melonjak 5%, Morgan Stanley Lihat Upside 89%

5 Oktober 2026, 22.10

Nu Holdings Melonjak 13%, Pemilu Brasil Jadi Katalis

5 Oktober 2026, 21.02

ISM Jasa AS Melambat, Tekanan Harga Masih Tinggi

5 Oktober 2026, 19.26

Intel Turun 4%, TSMC Masuk Terra Fab Jadi Ancaman Baru

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.