Hari ini, pasar akan bereaksi terhadap perkembangan geopolitik: dimulainya blokade AS terhadap pelabuhan Iran pada pukul 14:00 GMT dapat menjaga volatilitas tetap tinggi dan menopang harga minyak, sementara setiap berita mengenai de-eskalasi atau insiden maritim akan langsung mengubah sentimen pasar. Di Eropa, pembukaan pasar masih berada di bawah tekanan risiko, sehingga investor akan lebih fokus pada indeks saham, dolar, dan komoditas energi, karena aset-aset ini akan menjadi indikator utama apakah kekhawatiran terhadap eskalasi lebih lanjut semakin meningkat.
Sepanjang minggu ini, ada tiga faktor utama yang akan menjadi perhatian: perkembangan terkait Iran, dimulainya musim laporan keuangan kuartal pertama (Q1 earnings season), serta data makroekonomi dari AS dan Eropa, yang dapat mengonfirmasi atau justru melemahkan dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi. Daftar rilis data yang akan datang mencakup PPI AS, data penjualan rumah, risalah ECB, inflasi HICP zona euro, serta data ekonomi dari China. Dengan demikian, pasar akan menghadapi kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan prospek pertumbuhan secara bersamaan. Perhatian khusus akan tertuju pada sektor perbankan serta perusahaan besar seperti LVMH, ASML, TSMC, dan Netflix, karena hasil kinerja mereka akan memberikan indikasi awal mengenai kondisi bisnis di awal musim laporan keuangan.

Kalender hari ini. Sumber: XTB

Kalender mingguan. Sumber: XTB

Kalender korporasi. Sumber: XTB
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.
ISM AS: Tekanan Harga Naik, Tenaga Kerja Melemah
US Open: Wall Street Naik Tajam di Tengah Harapan Damai
Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru, Apple Jadi Sorotan
Informasi Layanan XTB
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.