Sesi perdagangan Rabu di pasar keuangan global didominasi oleh sikap hati-hati investor menjelang pernyataan kebijakan moneter Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis malam ini. Perhatian pasar tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru Federal Reserve dan konferensi pers Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Kedua agenda tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah pergerakan dolar AS dan indeks saham global dalam jangka pendek. Sementara itu, kondisi geopolitik relatif stabil di tengah berlangsungnya KTT G7. Selain keputusan The Fed, investor juga mencerna serangkaian data inflasi penting dari Eropa serta data penjualan ritel Amerika Serikat yang berpotensi meningkatkan volatilitas pada pasangan mata uang utama dan pasar obligasi AS.
Publikasi Penting dari Sesi Asia
-
Jepang memberikan sinyal ekonomi yang beragam. Neraca perdagangan Jepang pada Mei tercatat sebesar -378,7 miliar yen, lebih buruk dari ekspektasi pasar. Namun, pertumbuhan ekspor meningkat menjadi 17% secara tahunan, sedangkan pesanan mesin pada April melonjak 8,7% secara bulanan, menunjukkan pemulihan aktivitas investasi.
Kalender Ekonomi
-
13:00 USA Mortgage applications. Konsensus: Tidak tersedia. Sebelumnya: 10,8%.
-
14:30 USA Retail Sales Bulanan. Konsensus: 0,5%. Sebelumnya: 0,5%
-
14:30 USA Retail Sales ex Autos Bulanan. Konsensus: 0,7%. Sebelumnya: 0,5
-
16:00 USA Pending Home Sales Bulanan. Konsensus: 1,4%. Sebelumnya: 0,9%
-
16:00 USA Business Inventories Bulanan. Konsensus: 0,9%. Sebelumnya: 0,5%
-
16:30 USA Perubahan Persediaan Minyak Mingguan. Konsensus: -7,23 juta barel. Sebelumnya: -4,5 juta barel
-
20:00 USA Keputusan Suku Bunga FOMC. Konsensus: 3,50% – 3,75%. Sebelumnya: 3,50% – 3,75%
-
20:00 USA Proyeksi Ekonomi FOMC. Konsensus: Tidak tersedia
-
20:30 USA Konferensi Pers FOMC. Fokus utama: Pernyataan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed
Markets to watch:
- EMAS (XAU/USD) – Harga emas tetap sangat sensitif terhadap perubahan proyeksi ekonomi FOMC, khususnya dot plot, serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sikap yang lebih hawkish dari The Fed berpotensi menekan emas, sementara sinyal yang lebih dovish dapat menjadi katalis penguatan logam mulia tersebut.
Daily Summary: Minyak Anjlok, SpaceX Salip Amazon di Wall Street
Kalender Ekonomi: Sentimen Pasar Membaik, Fokus ke Data AS
Market Wrap: BOJ Naikkan Suku Bunga, Emas Tetap Diburu
BREAKING: Produksi Industri AS Melambat, Sinyal Baru untuk The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.