Sentimen pasar global dibentuk oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan hasil yang beragam dari sektor teknologi. Rangkaian serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran dan serangan Houthi terhadap tanker Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan simultan pada pelayaran melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.
Iran juga dikabarkan berulang kali menolak upaya mediasi dari negara-negara Teluk. Harga minyak Brent tetap berada di atas $100 per barel.
Kenaikan harga energi kembali mendorong ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi. Pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sebesar 30%–40% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga.
Pada saat yang sama, aksi jual saham Alphabet dan Tesla yang berkaitan dengan kenaikan belanja AI serta memburuknya arus kas terus memberikan tekanan terhadap sektor teknologi.
Penurunan tajam pada perdagangan kemarin, disertai tidak adanya berita negatif baru yang perlu diperhitungkan pasar, mendorong futures indeks utama memulihkan sebagian kerugiannya.
Kalender hari ini berfokus pada data awal PMI untuk Eropa dan Amerika Serikat. Data tersebut akan membantu menilai apakah lonjakan harga energi mulai membatasi aktivitas ekonomi.
Kalender Hari Ini
-
15.45 – Amerika Serikat: PMI Awal Juli
- Manufaktur: Ekspektasi: 54,3. Sebelumnya: 53,9
- Jasa: Ekspektasi: 51,5 poin. Sebelumnya: 51,2
- 16.00 – Amerika Serikat: Penjualan Rumah Baru Juni. Ekspektasi: 610.000 Sebelumnya: 580.000
Kalender Laporan Keuangan
Sebelum pasar Amerika Serikat dibuka:
- American Express
- Verizon Communications
- NextEra Energy
- HCA Healthcare
- SLB
Market Wrap: Konflik Iran dan Tarif Tekan Pasar Global
Daily Summary: Wall Street Jatuh, Minyak Tembus $100
Wall Street Anjlok, Risiko Perang Meningkat
US Open: Wall Street Tertekan, Minyak Mendekati $100
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.