Fokus penting lainnya datang dari AS pada sore hari. Data Producer Price Index (PPI) dan weekly jobless claims akan dirilis pukul 14:30 dan dapat membentuk ekspektasi pasar menjelang pertemuan The Fed berikutnya.
Pada sesi Asia, perhatian investor tertuju pada komentar hawkish dari Bank of Japan yang mendorong penguatan yen. Situasi geopolitik juga tetap tegang menyusul laporan kerusakan pesawat militer AS di Yordania dan serangan Ukraina terhadap pelabuhan Rusia di Laut Kaspia.
Rilis Utama dari Sesi Asia
-
Jepang: Anggota Dewan Bank of Japan (BOJ), Masu, mengisyaratkan perlunya menaikkan suku bunga dengan cepat menuju level netral dan keluar dari kondisi suku bunga riil negatif. Pernyataan tersebut mendorong penguatan yen.
-
AS: Presiden Trump dalam pidatonya menjanjikan pembayaran voucher sebesar US$5.000 untuk setiap warga AS jika Partai Republik memenangkan pemilu paruh waktu. Sebelumnya, Trump juga mengatakan tidak berniat bernegosiasi dengan Iran, meskipun tidak sepenuhnya menutup kemungkinan tersebut, dan ingin mengakhiri perang setelah pemilu paruh waktu.
Kalender Makroekonomi
-
14:30 AS: Core PPI MoM. Konsensus: 0,3%. Sebelumnya: 0,2%.
-
14:30 AS: PPI MoM. Konsensus: 0,4%. Sebelumnya: 0,0%.
-
14:30 AS: Jobless Claims. Konsensus: 205 ribu. Sebelumnya: 206 ribu.
-
16:00 AS: Existing Home Sales. Konsensus: 3,98 juta. Sebelumnya: 4,06 juta.
-
16:00 AS: Final Wholesale Inventories MoM. Konsensus: 1,2%. Sebelumnya: 1,3%.
-
16:30 AS: Perubahan persediaan gas alam. Konsensus: +35 miliar kaki kubik (Bcf). Sebelumnya: +30 Bcf.
-
18:00 AS: Perubahan persediaan minyak mentah. Konsensus: -1,3 juta barel. Sebelumnya: -4,5 juta barel.
-
19:01 AS: Lelang obligasi tenor 30 tahun. Sebelumnya: 5,22 | 2,4.
Laporan Keuangan Perusahaan
Oracle: setelah penutupan pasar.
Market Wrap: Yield AS Naik, Minyak Bertahan di Atas US$100
Daily summary: Wall Street Melemah, Yield 10 Tahun Tembus 4,85%
EIA Naikkan Proyeksi Harga Minyak, WTI 2026 Jadi US$84,65
Treasury AS Perbesar Buyback, Tapi Yield Justru Tembus 4,85%
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.